Salah satu Wish List 2009 gw adalah "Lebih disiplin dengan waktu". Gw sekarang bekerja freelance di rumah, dan disiplin adalah satu-satunya cara agar hidup gw tetap berada di jalurnya. Sayangnya, sudah hampir dua bulan dan gw masih kesulitan dengan ini.
Gw pernah bilang ke Karina, "Gw ga mau bergadang lagi ah. Bangun siang membuat gw ga semangat dan ga sehat." Tapi kenyataannya, sampai tadi malam gw masih tidur jam 2 pagi. Arrgh! Saatnya mencari kambing hitam.
OK, gw bisa menyalahkan global warming, tapi alasan sesungguhnya adalah gw seorang programmer dan punya teman-teman yang terbiasa tidur larut malam. Gw bahas yang pertama dulu.
Kebanyakan programmer lebih senang bekerja di malam hari. Entahlah, sepertinya kami jadi lebih mudah berkonsentrasi. Ditambah lagi programmer "otomatis autis" ketika bekerja. Ga hanya lupa sekitarnya, sampai waktu pun kami ga peduli.
Gw juga punya teman-teman yang terbiasa tidur larut malam. Mereka bukan programmer, tapi memang kebiasaan kami untuk ngumpul malam-malam. Boys nite. Biasanya Jumat malam dan Sabtu malam, sedangkan hari lain biasanya chatting conference sampai jam 1 pagi. Sialnya, meski hati kecil gw mengatakan, "Thomas, ini salah. Go tell them you need to rest," gw malah menikmatinya!
Seperti kemarin, tiga hari berturut-turut gw mengotak-atik Hamachi agar bisa main Counter Strike lewat VPN. Gagal. Tiga hari yang ga berguna. Hmm, mungkin harusnya gw bersyukur, otherwise gw akan menghabiskan lebih banyak waktu lagi untuk bermain!
Gw coba ah untuk disiplin hari ini. Untuk mendorong hal ini, gw akan mem-publish aktivitas gw setiap jam di Twitter. Dengan begini, gw akan malu sendiri kalau selama lima jam berturut-turut ada entry "wiradikusuma is watching some movie (and it's office hour)."
Tuesday, February 24, 2009
Thursday, February 12, 2009
Bersih-bersih email
Selama ini gw pusing dengan email di inbox gw. Gara-gara sering menunda (membaca, membalas dan menghapus), inbox gw terisi hampir 3000 email! Dan gara-gara email-nya banyak, gw jadi semakin menunda :D
Berikut ini yang gw lakukan:
Sedangkan untuk email account yang sudah ada, gw melakukan:
Berikut ini yang gw lakukan:
- Buat email account baru, khusus untuk menampung mailing list (milis).
- Alihkan semua milis ke alamat email tersebut. Jika milis yang Anda ikuti berbasis Yahoo Groups, lakukan "Edit membership" dan instruksikan agar pengiriman selanjutkan menggunakan alamat email yang baru.
- Dalam "Edit membership", gw juga mengatur beberapa milis yang "hanya gw baca" (gw jarang posting) agar "Daily digest" sehingga dikirimnya per hari, bukan per pesan.
- Gw juga keluar dari beberapa milis.
Sedangkan untuk email account yang sudah ada, gw melakukan:
- Hapus semua email notifikasi (dipilih menggunakan filter Gmail), misalnya dari Facebook dan Friendster.
- Arsipkan semua email dari milis (dipilih menggunakan filter Gmail juga). "Arsip" (archive) membuat email ga tampil di layar, tapi tetap bisa dicari.
Lihat di screenshot untuk tau berapa banyak email yang saya "hilangkan" dari inbox Gmail saya :) Anyway, gw mungkin ga sengaja menghapus beberapa email yang penting (gw kurang tidur, hiks). Jadi kalau Anda pernah mengirim email ke gw dan belum gw balas, tolong kirimi gw lagi!
Tuesday, February 03, 2009
Indonesia is following me now?
I was very surprised when I checked my inbox this morning. The subject said "Indonesia is now following you on Twitter!" Oh my, what did I do?

Apparently it's somebody having account "Indonesia" (simply a username) following me. Phew, how relaxing! Anyway, it's kind of surprise that, although not significant, almost every week that some new people are interested in what I'm doing. It's interesting because I'm not advertising it in any way (it's http://twitter.com/wiradikusuma, in case you're wondering).

Apparently it's somebody having account "Indonesia" (simply a username) following me. Phew, how relaxing! Anyway, it's kind of surprise that, although not significant, almost every week that some new people are interested in what I'm doing. It's interesting because I'm not advertising it in any way (it's http://twitter.com/wiradikusuma, in case you're wondering).
Monday, February 02, 2009
Google False Alarm, updated
Apparently the warnings Google gave me was an error in their side. Wow, I never thought a company that big can have that kind of stuff on the loose.
The spokesman said that it only lasted for 40 minutes or so (see the Official Google Blog for details). Consider myself lucky for such a rare event.
The spokesman said that it only lasted for 40 minutes or so (see the Official Google Blog for details). Consider myself lucky for such a rare event.
Saturday, January 31, 2009
Google False Alarm
A moment ago I was searching something in Google. Surprisingly, Google told me (in the result list) that "This site may harm your computer". At first I thought, "Gee, thanks for informing." But when I looked thoroughly at the result, ALL items were marked! How come everything Flex related can do any harm to my computer?
Being curious, I googled about "Google". The result was hilarious, they were all marked too! This must be false alarm. See the screenshot for some fun.
Being curious, I googled about "Google". The result was hilarious, they were all marked too! This must be false alarm. See the screenshot for some fun.
Saturday, December 13, 2008
Cewek itu plin-plan
Gw bingung sama cewek. Mereka plin-plan banget. Beberapa kasus yang gw temui (not necessarily my own experience):
"Lain kali menelponnya jangan sampai terlalu malam ya, supaya tidurmu cukup." Eh, besoknya, pas mau udahan, dibilang, "Kamu bosen ya bicara sama aku?"
"Aku ga suka film Indonesia ah," sewaktu ditanya mau nonton apa. Begitu diajak nonton film asing lima menit kemudian, "Itu aja deh (sambil menunjuk poster Kutunggu Jandamu)."
"Aku ga suka kamu terlalu gombal," ketika dipuji. "Kok kamu ga muji aku, kamu lagi deket sama cewek lain ya," ketika besoknya sang cowok menahan diri untuk ga memuji.
"Kamu brengsek (dsb, terlalu kasar untuk ditulis)." Besoknya, "Sabtu jadi datang ya? Aku kangen."
"Kalau jalan sama aku, pakai celana pendek aja supaya santai." Minggu depan ketika jalan bareng ke tempat yang sama, "Kok pakai celana pendek?"
"Aku mau kok nemenin kamu ke rumah temanmu." Dua hari kemudian ketika diajak ke rumah sahabat sang cowok, "Aku ga mau kesana ah. Nonton aja yuk!"
Serba salah juga. Kalau terlalu tegas, langsung diprotes, "Kamu ribet amat sih."
"Lain kali menelponnya jangan sampai terlalu malam ya, supaya tidurmu cukup." Eh, besoknya, pas mau udahan, dibilang, "Kamu bosen ya bicara sama aku?"
"Aku ga suka film Indonesia ah," sewaktu ditanya mau nonton apa. Begitu diajak nonton film asing lima menit kemudian, "Itu aja deh (sambil menunjuk poster Kutunggu Jandamu)."
"Aku ga suka kamu terlalu gombal," ketika dipuji. "Kok kamu ga muji aku, kamu lagi deket sama cewek lain ya," ketika besoknya sang cowok menahan diri untuk ga memuji.
"Kamu brengsek (dsb, terlalu kasar untuk ditulis)." Besoknya, "Sabtu jadi datang ya? Aku kangen."
"Kalau jalan sama aku, pakai celana pendek aja supaya santai." Minggu depan ketika jalan bareng ke tempat yang sama, "Kok pakai celana pendek?"
"Aku mau kok nemenin kamu ke rumah temanmu." Dua hari kemudian ketika diajak ke rumah sahabat sang cowok, "Aku ga mau kesana ah. Nonton aja yuk!"
Serba salah juga. Kalau terlalu tegas, langsung diprotes, "Kamu ribet amat sih."
Tuesday, December 09, 2008
Saatnya merayakan korupsi
Hari ini, 9 Desember 2008, diperingati sebagai Hari Korupsi sedunia. Gw dan jutaan rakyat Indonesia lain yang peduli dengan "Indonesia yang lebih baik" memperingati hari ini dengan penuh sukacita. Seperti kita ketahui, belakangan ini semakin banyak koruptor yang ditangkap. Ini seperti seorang diri menguras kolam renang di Waterbom dengan gayung. Nevertheless it has to be done.
FYI, gw selalu tertarik mengikuti tindak tanduk KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi). Setiap gw lihat berita tentang mereka di KOMPAS, pasti gw baca. Keren eui, seperti di film.
Biasanya orang nge-fans sama artis atau klub bola, tapi gw nge-fans sama lembaga pemerintah :D Mungkin ga penting ya, tapi gw kagum dan salut sama mereka. Sempet berpikir untuk melamar kesitu, tapi ga jadi setelah melihat kualifikasinya (I'm not qualified). Yang lucu lagi, gw sering mendoakan mereka supaya selalu dimudahkan pekerjaannya.
Sebelum KPK, gw selalu skeptis dengan negara gw. They give me hope for a better government.
Anyway, dari semua "jenis" korupsi, gw paling sebal sama korupsi dana penanggulangan bencana. Sepertinya orang-orang itu udah ga punya otak ga punya nurani juga. Atau mungkin hatinya ditaruh di pantat. Orang lagi susah kok dibikin tambah susah.
FYI, gw selalu tertarik mengikuti tindak tanduk KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi). Setiap gw lihat berita tentang mereka di KOMPAS, pasti gw baca. Keren eui, seperti di film.
Biasanya orang nge-fans sama artis atau klub bola, tapi gw nge-fans sama lembaga pemerintah :D Mungkin ga penting ya, tapi gw kagum dan salut sama mereka. Sempet berpikir untuk melamar kesitu, tapi ga jadi setelah melihat kualifikasinya (I'm not qualified). Yang lucu lagi, gw sering mendoakan mereka supaya selalu dimudahkan pekerjaannya.
Sebelum KPK, gw selalu skeptis dengan negara gw. They give me hope for a better government.
Anyway, dari semua "jenis" korupsi, gw paling sebal sama korupsi dana penanggulangan bencana. Sepertinya orang-orang itu udah ga punya otak ga punya nurani juga. Atau mungkin hatinya ditaruh di pantat. Orang lagi susah kok dibikin tambah susah.
Friday, December 05, 2008
Selingkuh belum tentu karena banyak pilihan
Barusan gw dapat tweet dari Karina mengenai blog entry tentang kesetiaan dan perselingkuhan. Yang menulis adalah Pandji Pragiwaksono, penyiar HRFM. Gw mo komentar ah..
Gw cenderung setuju dengan tulisan itu. Semakin banyak pilihan, umumnya semakin besar kemungkinan seseorang untuk selingkuh. Perhatikan bahwa kata "umumnya" dan "kemungkinan" gw tulis miring. Sayangnya Pandji lupa menulis 1 hal lagi: faktor internal--faktor yang menurut gw kontribusinya justru terbesar.
Seperti apa faktor internal itu? Dari pengalaman gw menjadi partner selingkuhan (halah) beberapa orang, antara lain:
Ketidakpuasan terhadap pasangan (biasanya faktor badaniah atau ekonomi). "Ini yang terbaik yang bisa gw dapat. Yah, dari pada ga ada."
Perhatian yang kurang dari pasangan. "Suami gw tajir banget, dia pikir perhatiannya yang kurang bisa dikompensasi dengan uang."
Perhatian yang justru berlebihan dari pasangan. "Cowok gw posesif banget. Masak gw sama sekali ga boleh punya teman cowok."
Menggampangkan perselingkuhan. "ATM BII dong. Asal Tau Mainnya, Berselingkuh Itu Indah."
Jenuh dengan pasangan, tapi ga berniat (atau ga berani) untuk mengakhirinya. "Cowok gw setia dan baik kok. Tapi ya itu, gw pengen ngerasain deket sama bad boy."
Secara kebetulan, kebanyakan cewek yang menjadikan gw partner selingkuh mereka justru merupakan "cewek baik-baik". Ini bisa jadi karena "setiap orang punya sisi nakal" atau memang gw yang keterlaluan brengseknya sehingga cewek baik-baik bisa selingkuh sama gw :D
Anyway, just a sidenote, gw kenal seorang cewek cantik yang pekerjaannya di bidang hospitality ("menjual senyum"). Hampir setiap hari ada yang mengajak kenalan, bahkan sering menawari pekerjaan dan memberi tip yang besar (hampir setara gaji gw per jam, hiks), tapi dia tetap setia.
Terus terang gw agak merinding dengan kesetiaannya, jadi gw lebih suka menganggap dia "bodoh" atau "terlalu cuek" :) (sungguh, beruntung banget cowoknya) Tapi gw selalu bilang ke dia, "Manfaatkanlah cowok yang mau dimanfaatkan. Jangan pernah menolak rejeki." Hehe..
Gw cenderung setuju dengan tulisan itu. Semakin banyak pilihan, umumnya semakin besar kemungkinan seseorang untuk selingkuh. Perhatikan bahwa kata "umumnya" dan "kemungkinan" gw tulis miring. Sayangnya Pandji lupa menulis 1 hal lagi: faktor internal--faktor yang menurut gw kontribusinya justru terbesar.
Seperti apa faktor internal itu? Dari pengalaman gw menjadi partner selingkuhan (halah) beberapa orang, antara lain:
Ketidakpuasan terhadap pasangan (biasanya faktor badaniah atau ekonomi). "Ini yang terbaik yang bisa gw dapat. Yah, dari pada ga ada."
Perhatian yang kurang dari pasangan. "Suami gw tajir banget, dia pikir perhatiannya yang kurang bisa dikompensasi dengan uang."
Perhatian yang justru berlebihan dari pasangan. "Cowok gw posesif banget. Masak gw sama sekali ga boleh punya teman cowok."
Menggampangkan perselingkuhan. "ATM BII dong. Asal Tau Mainnya, Berselingkuh Itu Indah."
Jenuh dengan pasangan, tapi ga berniat (atau ga berani) untuk mengakhirinya. "Cowok gw setia dan baik kok. Tapi ya itu, gw pengen ngerasain deket sama bad boy."
Secara kebetulan, kebanyakan cewek yang menjadikan gw partner selingkuh mereka justru merupakan "cewek baik-baik". Ini bisa jadi karena "setiap orang punya sisi nakal" atau memang gw yang keterlaluan brengseknya sehingga cewek baik-baik bisa selingkuh sama gw :D
Anyway, just a sidenote, gw kenal seorang cewek cantik yang pekerjaannya di bidang hospitality ("menjual senyum"). Hampir setiap hari ada yang mengajak kenalan, bahkan sering menawari pekerjaan dan memberi tip yang besar (hampir setara gaji gw per jam, hiks), tapi dia tetap setia.
Terus terang gw agak merinding dengan kesetiaannya, jadi gw lebih suka menganggap dia "bodoh" atau "terlalu cuek" :) (sungguh, beruntung banget cowoknya) Tapi gw selalu bilang ke dia, "Manfaatkanlah cowok yang mau dimanfaatkan. Jangan pernah menolak rejeki." Hehe..
Saturday, November 08, 2008
Congratulations America!
Seperti kita ketahui bersama, beberapa hari yang lalu Amerika telah memilih presidennya. Selamat untuk Barack Obama atas terpilihnya beliau sebagai presiden Amerika Serikat menggantikan George W. Bush.
Sudah menjadi "konsensus" bahwa kebanyakan warga Indonesia, termasuk gw, cenderung menyukai Obama ketimbang pesaingnya dari partai Republik, John McCain. Sudah umum pula alasannya cenderung emosional, karena beliau "bukan 100% bule", "bukan penerus Bush", "multi-kultural" dan pernah menghabiskan masa kecil di Indonesia. Tentu saja, terlepas dari alasan-alasan emosional tadi, beliau memang seorang president-material.
Yang menarik lagi, McCain secara kesatria mengakui kekalahannya dan bahkan memberikan dukungan kepada Obama. KOMPAS hari ini sempat menyindir elit politik kita untuk meniru sikap legowo McCain. It begs me two questions: Separah itukah kita? Mengapa?
Soal parah, ya memang parah. Gw pernah membaca berita tentang mantan presiden kita yang "berkampanye diam-diam" di suatu daerah. Ketika penduduk disitu berkeluh kesah, beliau malah menjawab (kurang lebih), "Salah sendiri kenapa ga pilih saya." What the f*ck? Jawaban tolol macam apa itu! Kemana aja dia waktu jadi presiden?
Soal alasannya, terus terang gw ga tau. Mungkin sistem pemilihan kita integritasnya diragukan, sehingga "kalah" bukan berarti "tidak menang", tetapi "sesajennya/sogokannya kurang". Kalau demikian, kenapa ga memperbaiki sistemnya? Well, sistem yang korup bisa jadi menguntungkan untuk beberapa orang. A system without integrity can be easily bought.
Sudah menjadi "konsensus" bahwa kebanyakan warga Indonesia, termasuk gw, cenderung menyukai Obama ketimbang pesaingnya dari partai Republik, John McCain. Sudah umum pula alasannya cenderung emosional, karena beliau "bukan 100% bule", "bukan penerus Bush", "multi-kultural" dan pernah menghabiskan masa kecil di Indonesia. Tentu saja, terlepas dari alasan-alasan emosional tadi, beliau memang seorang president-material.
Yang menarik lagi, McCain secara kesatria mengakui kekalahannya dan bahkan memberikan dukungan kepada Obama. KOMPAS hari ini sempat menyindir elit politik kita untuk meniru sikap legowo McCain. It begs me two questions: Separah itukah kita? Mengapa?
Soal parah, ya memang parah. Gw pernah membaca berita tentang mantan presiden kita yang "berkampanye diam-diam" di suatu daerah. Ketika penduduk disitu berkeluh kesah, beliau malah menjawab (kurang lebih), "Salah sendiri kenapa ga pilih saya." What the f*ck? Jawaban tolol macam apa itu! Kemana aja dia waktu jadi presiden?
Soal alasannya, terus terang gw ga tau. Mungkin sistem pemilihan kita integritasnya diragukan, sehingga "kalah" bukan berarti "tidak menang", tetapi "sesajennya/sogokannya kurang". Kalau demikian, kenapa ga memperbaiki sistemnya? Well, sistem yang korup bisa jadi menguntungkan untuk beberapa orang. A system without integrity can be easily bought.
Sunday, November 02, 2008
I AM NOT A GAY
I really don't want to write about this, but I'm at my wit's end and I think it's necessary that I make the statement explicit: I AM NOT A GAY.
Gw ga ngerti kenapa banyak cowok gay yang "salah target" dengan gw. Di tempat dugem, di kolam renang, di Friendster, arrgh! What is wrong with you people???
This is stupid, but I have to write this because more and more gay are sending me invites and "inappropriate" messages. I have no problem having friends with a gay, in fact, I have some friends who are gay.
I respect everybody's "sexual preferences". I don't care if you envy younger or older women, same gender, dogs, cats, whatever. But I only do romance (and sexual activities) with women. REAL women.
Jika kalian cowok normal dan pernah mengirim gw pesan atau e-mail tapi ga gw bales, kemungkinan gw terlalu "parno" dan terlanjur berpikir macam-macam. Untuk itu gw minta maaf :D
Gw ga ngerti kenapa banyak cowok gay yang "salah target" dengan gw. Di tempat dugem, di kolam renang, di Friendster, arrgh! What is wrong with you people???
This is stupid, but I have to write this because more and more gay are sending me invites and "inappropriate" messages. I have no problem having friends with a gay, in fact, I have some friends who are gay.
I respect everybody's "sexual preferences". I don't care if you envy younger or older women, same gender, dogs, cats, whatever. But I only do romance (and sexual activities) with women. REAL women.
Jika kalian cowok normal dan pernah mengirim gw pesan atau e-mail tapi ga gw bales, kemungkinan gw terlalu "parno" dan terlanjur berpikir macam-macam. Untuk itu gw minta maaf :D
Subscribe to:
Posts (Atom)