Sunday, April 08, 2007

Sekarang baru tanggal delapan dan...


Sekarang baru tanggal delapan dan pemakaian Speedy gw hampir 400MB? What the..? Ini agak aneh, mengingat gw menggunakan Speedy hanya ketika di rumah (akhir pekan). Ada beberapa kemungkinan:

  • Orang-orang di rumah (terutama adek-adek gw) membuka YouTube.

  • Maven, Eclipse, Firefox atau apapun tool yang gw pakai diam-diam mengakses Internet untuk meng-update dirinya secara otomatis.

  • Laptop dan/atau desktop gw terinfeksi worm.

  • Damn. Is there any way to detect this? Feedbacks are welcome.

Friday, March 16, 2007

JaMU 07.03 Teaser

Dear all,

Once upon a time in the land of Java, enterprise developers menemukan banyak solusi opensource hebat. log4j untuk logging, hibernate untuk ORM, struts untuk MVC, dan masih banyak lagi yang meng-address isu spesifik dari enterprise application development. Kita mengambil napas dan berkata, "Semua itu bagus."

Sayangnya, belum ada framework yang mengisi gap yang paling krusial: glue code dari semua framework-framework hebat tersebut. Developers akhirnya melakukan dengan cara mereka sendiri, custom solution. Hasilnya adalah solusi-solusi adhoc yang sulit dikembangkan, sulit diajarkan ke developer lain, dan men-distract mereka dari core problem: menyelesaikan solusi bisnis.

Spring hadir di saat yang tepat. Seperti namanya, "spring", Spring membuat hati developer bagaikan musim semi, bunga-bunga bermekaran, developer saling bernyanyi dan bergandengan tangan (halah). Spring hadir dengan IoC, AOP, dan semakin mendorong developers untuk work the OO way.

Selama ini kita mengenal Spring sebagai de facto application framework yang mengisi gap di dunia enterprise. Namun beberapa orang tidak puas dengan kehadiran Spring. Untungnya, sebagian dari orang-orang tersebut tidak hanya NATO (no action, talk only) mengatakan Spring sampah. Mereka berbuat lebih dari itu, mereka membuat framework saingan. Dari sekian pesaing yang muncul, hadir Seam sebagai solusi yang bersinar dari kubu JBoss.

Seam hadir dengan konsep "back to (enterprise) nature"--EJB. Selama ini developer menjauhi EJB (2.x) karena kompleksitasnya. Seperti kita menjauhi cewe yang sexy tapi matre, kentutnya bau dan bapaknya preman pasar. Namun Java EE 5 membawa EJB ke tingkat yang lebih menyenangkan, jauh lebih sederhana dengan dukungan Annotation.

Seam hadir dengan mengusung fitur-fitur spektakular dari Java EE 5, utamanya EJB 3 dan JSF. Tidak hanya itu, Seam hadir dengan dukungan penuh terhadap conversation, state management, bahkan meningkatkan kemampuan EL untuk mengurangi boilerplate code. Seam adalah primadona.

Sanggupkah Seam mengalahkan Spring? Sanggupkah Spring mempertahankan posisinya? Atau kedua-duanya akan tenggelam dengan munculnya framework-framework lain yang lebih baru (seperti Guice)? Jangan lewatkan JaMU Sabtu ini.

Topik yang akan dibahas:
Project start-up (code generation)
IDE support
Documentation
Logging
Testing
Deployment
Configuration (XML, Annotation)
Scheduling
E-mail
Security
Ajax
Remoting
MVC
Persistence
Transaction
AOP
Dynamic language support
Performance
Clustering
Career as a programmer (by learning Spring and/or Seam)

Persiapkan diri Anda, the battle shall begin!

Friday, March 09, 2007

[Announcement] JaMU 07.03

Dear JUGgers,
JaMU 07.03 rencananya akan diadakan pada tanggal 17 Maret 2007. Berikut ini detil acaranya:

Java Meet Up (JaMU) 07.03 - Jakarta


Tempat:
SUN Microsystem Indonesia
Lantai 13, Gedung Wisma Metropolitan I (WTC Sudirman)
Jakarta

Waktu:
10.00 - 13.00 WIB

Hari/Tanggal:
Sabtu, 17 Maret 2007

Pembicara dan Topik:
FRAMEWORK DEATHMATCH: SPRING VERSUS SEAM
Joshua Jackson - Seam 1.x
Thomas Wiradikusuma - Spring 2.x

Biaya:
-- FREE --

Pendaftaran:
Kirim email ke: jug-indonesia-owner@yahoogroups.com

Subject: [JaMU 07.03] Registration

Content:
Member Information
Name:
Position:
Company:
Website:
Contact Number:
Comment:

Note:
- Tidak ada konfirmasi dari moderator, jadi silakan langsung datang ke acara.

salam hangat,
Thomas Wiradikusuma
Panitia JaMU

Tuesday, February 20, 2007

[Announcement] JaMU 07.02

Dear JUGgers,
Setelah mengalami penundaan karena banjir, JaMU 07.02 rencananya akan diadakan pada tanggal 24 Pebruari 2007. Berikut ini detil acaranya:

Java Meet Up (JaMU) 07.02 - Jakarta


Tempat:
SUN Microsystem Indonesia
Lantai 13, Gedung Wisma Metropolitan I (WTC Sudirman)
Jakarta

Waktu:
10.00 - 13.00 WIB

Hari/Tanggal:
Sabtu, 24 Pebruari 2007

Pembicara dan Topik:
Samuel Franklyn - Servlet
Thomas Wiradikusuma - Struts 2

Biaya:
-- FREE --

Pendaftaran:
Kirim email ke: jug-indonesia-owner@yahoogroups.com

Subject: [JaMU 07.02] Registration

Content:
Member Information
Name:
Position:
Company:
Website:
Contact Number:
Comment:

Note:
- Tidak ada konfirmasi dari moderator,
jadi silakan langsung datang ke acara.

Friday, February 02, 2007

Banjir = Macet

“Dari abis Jumat-an,” Bapak di sebelah gw menjawab dengan pasrah ketika gw tanya kapan dia naik. Saat itu jam 5 sore dan bis yang kami tumpangi masih ngedon di Semanggi, sementara ratusan—mungkin ribuan—mobil mengular di depan kami. Gw memandang ke samping. Arah balik ga lebih baik.

Jumat ini memang spesial. Bukan karena awal bulan sehingga orang-orang gajian, tapi karena Jakarta (dan sekitarnya) sekali lagi kebanjiran. Sewaktu makan siang di luar gw sempat melihat jalanan di depan kantor, yang menuju ke kanan, tergenang air setinggi 30cm. Gw bahkan sempat mengambil foto perahu (ya, perahu!) milik Pemda DKI yang diparkir di sisi jalan.

Hanya selang dua jam setelah kembali ke kantor dari makan siang, jalanan di depan kantor yang menuju ke kiri ikut-ikutan terendam air. Gw mulai panik. Ajakan teman untuk segera pulang segera gw sambut. Beruntung ada orang kantor yang bawa mobil, gw dan teman gw nebeng sampai ke tempat yang aman, dilanjutkan dengan jalan kaki sebentar ke pintu tol Kebon Jeruk.

Sempat berpikir untuk ke kos, namun akhirnya gw langsung naik bis ke Bekasi, ke rumah. Maklum akhir pekan, lagipula tol Tangerang – Bekasi saat itu terlihat lenggang. Belakangan gw sadar itu tipuan maut.

Bis melaju mulus sampai menjelang Semanggi, selanjutnya gw iri melihat semut yang kelihatannya lebih cepat berjalan dibanding bis yang gw tumpangi. Jenuh tidur, gw ngobrol dengan bapak di sebelah, lalu dengan beberapa penumpang yang berdiri. Kebetulan salah satu penumpang kerja di Lintasarta sebagai network engineer, paling ga ada bahan pembicaraan.

Ga lama kemudian ada sms masuk, Mama mengabarkan bahwa rumah kebanjiran. Oh, great. Sebelumnya teman gw sempat menelpon, katanya rumahnya kebanjiran air setinggi dada. Karena kuatir, beberapa saat kemudian gw menelpon rumah, tapi ga ada jawaban. Gw telpon semua handphone orang rumah, ga ada yang menjawab. Karena bingung, akhirnya gw telpon-telponan dan ber-sms dengan beberapa teman.

Akhirnya gw berhasil terhubung dengan rumah. Untunglah rumah gw hanya banjir setengah lutut (udah kebanjiran kok masih bilang untung ya?). Kemudian gw menghabiskan waktu membaca e-mail di 6680 gw menggunakan Gmail Mobile.

Saat itu gw berpikir, gimana jadinya kalau terjebak macet tiba-tiba ingin buang air besar? Ga habis-habisnya gw bersyukur, tadi sewaktu makan siang gw makan banyak (nambah!) dan minum jus segala, sehingga di bis gw ga begitu lapar. Gw juga bersyukur menjelang keluar kantor gw sempat pipis. Untung aja!

Menjelang Cawang arus tol mulai lancar. Perjalanan dari Cawang ke Bekasi bisa dibilang sangat lancar malah. Gw turun di pintu tol Jati Bening, kemudian naik ojek sampai ke rumah. Sesampainya di rumah gw melihat jam. Alamak.. jam 10 malam!

Suka duka (kebanyakan sih duka) pindah kos

“Terima kasih ya Thomas,” kata ibu kos menyambut kunci-kunci (kamar kos, kamar mandi, lemari dan pagar) dari tangan gw. Rabu 31 Januari 2007 adalah hari terakhir gw kos di sekitar Apartemen Kedoya (kita sebut ini “kos lama”), selanjutnya gw akan kos di dekat Untar (dan kita sebut ini “kos baru”). Sepertinya lebih seru kalau diceritakan dari awal, mari kita mulai.

Rabu minggu lalu gw datang ke kos baru untuk menanyakan ketersediaan kamar. Ada, tapi kamar yang dulu pernah ditawarkan sudah diambil orang lain. Sebelum kos di kos yang lama gw memang pernah survei disini, tapi saat itu gw belum rela mengeluarkan duit hampir 1 juta sebulan untuk sewa kamar (sekarang juga belum rela sih, tapi terpaksa). Akhirnya gw ditawarkan kamar yang sedikit lebih kecil (dan lebih hemat 50 ribu) dan dijanjikan siap minggu depan. Gw langsung setor uang muka 100 ribu.

Senin keesokannya gw telpon kos baru. Kata si pemilik (sebelumnya gw berurusan dengan penjaga kos) ada kamar yang lebih besar, dan gw bisa mulai memindahkan barang hari itu juga. Selasa sepulang kerja gw datang membawa sebagian barang, tapi ternyata kamar yang lebih besar itu sudah di-booking orang lain. Akhirnya gw dapat kamar yang lain, ukurannya sama kecil dengan kamar yang sebelumnya ditawarkan (kamar yang sebelumnya ternyata belum dibersihkan!).

Rabu sore gw datang lagi membawa barang “ronde kedua”: baju-baju bersih dan laptop. Kemudian gw kembali ke kos lama untuk mengambil sisa barang sekaligus pamit ke ibu kos. Barang sisa ini agak merepotkan: tempat sampah, sepatu kets, sendal dan meja plastik (tau kan, meja plastik putih persegi yang biasa ditaruh di pekarangan)!

Sempat berpikir untuk naik taksi, ojek bahkan nekat naik angkot, untung lewat bajaj to the rescue. Setelah pura-pura menawar, gw langsung naik bajaj sampai ke kos baru. Untung sudah jam 8 malam—aksi norak gw menggotong-gotong meja aman dari pandangan orang.

Selesai cuci muka di kos baru gw langsung pergi ke kos mantan gw. Dia menyuruh gw datang untuk celebrate my birthday. Sampai di sana gw mengajak dia belanja daily needs di Indomaret. Seperti biasa gw beli produk dengan harga termurah (dibandingkan dengan produk sesama jenis): sampo Lifeboy, sabun Nuvo, obat kumur Pepsodent, Ultramilk ukuran besar dan beberapa snack untuk stok. Kami kemudian membeli seafood dan makan di kosnya.

Ga lama kemudian hujan pun turun. Gw berpikir, “nanti juga berhenti”, kemudian gw tidur. Begitu gw bangun jam 11 malam, ternyata hujan belum berhenti! Gw langsung berberes dan pinjam payungnya. Sialnya jalan di depan kosnya banjir, air got yang kotor dan pekatnya amit-amit. Gw kemudian pulang dengan meminjam sendal mantan gw. Sepatu gw tenteng. Karena sudah hampir jam 12, gw terpaksa naik.. bajaj. Heran, hari itu bajaj selalu ada di saat yang tepat. Oh ya, gw dihadiahi sweater berwarna terang yang nyaman banget dipakai.

Sesampainya di kos baru gw mendapat kejutan: lantai kamar mandinya penuh dengan pasir hitam pekat, bonus kotoran! Ternyata sewaktu hujan deras, air got meluap masuk lewat lubang drainase (itu lho, yang buat pipis). Karena gw lelah banget, akhirnya gw cuma bersihkan sebisanya lalu mandi dengan sangat hati-hati. Just in case kalau ada alien muncul dari pasir.

Selesai mandi dan bebersih gw langsung tidur. Masalah selesai? Belum. Pertama, diluar hujan. Dingin. Kedua, AC menyala, dan GW LUPA MINTA REMOTE-NYA (AC sial itu ga punya tombol OFF di casing-nya). Semakin dingin. Ketiga, ternyata di kamar ga disediakan seprai, bantal, guling, apalagi selimut. Alhasil gw tidur langsung di atas spring bed yang sebenarnya bisa untuk dua orang. Sangat dingin.

Untungnya gw masih punya sisa-sisa kecerdasan. Berhubung hampir setiap jam gw bangun untuk pipis, gw kemudian berinisiatif mencabut kabel listrik AC. Jenius. Kemudian gw pakai baju dan celana DOBEL. Sangat jenius. Sayangnya ketika gw melakukan itu semua, hanya sisa 3 jam menjelang weker pagi. Super tolol.

Pagi harinya gw bangun dengan tampang kusut, gw kurang tidur. Ternyata hidup memang penuh dengan kejutan. Ketika gw sedang sisiran, tiba-tiba kecoak muncul di meja belajar! Alamak! Bedebah itu lolos dari hajaran pantopel gw, dan sampai sekarang bersembunyi di bawah tempat tidur. Semoga ga merencanakan aksi balas dendam. Belum lagi kaget gw hilang, selanjutnya muncul kelabang sepanjang jari manis di lantai! Untung mata gw terlatih melihat makhluk asing, kelabang malang itu langsung mejret gw injak pakai sepatu. Selanjutnya apa? Dinosaurus?

Wednesday, January 31, 2007

JaMU 07.01 Summary

Hi guys!

I'm glad to inform you that our last JaMU (first JaMU in 2007) was a success! The room was quite crowded, the presentation was insightful from our two special speakers, covering both advanced and basic (but neccessary) topics, and we still have the lovely J.Co ;-)

Karena kebiasaan orang timur yang ngaret, sementara menunggu ruangan penuh, JaMU 07.01 diawali dengan overview (proposal) kampanye Spread Java dari Thomas Wiradikusuma. Idenya bukan spread a girl's legs (bukan itu Sam!), tapi bagaimana kita bisa membantu diseminasi Java dari hulu ke hilir. Thomas sudah membuatkan bahan presentasi (PPT), tapi karena kuatir waktu ga cukup jadi hanya dibicarakan secara lisan.

Dhea berhalangan hadir karena ada urusan menyenangkan di Bandung, namun ketersediaan ruangan dan cemilan berkualitas yang dihidangkan cukup membuktikan atensi beliau. Thanks ya Dhea! Btw, OB dan satpam udah kita kasih 40rb. Masih ada sisa 50rb untuk kas JUGI. Yup, saweran kita hari itu 90rb. Masih lebih sedikit dibanding pendapatan parkir preman di pasar Cikini. Kita bisa lebih baik lagi kan?

Indrayana MB, pembicara pertama, mengantarkan materi Terracotta dengan baik. Beliau mengupas basic JVM clustering solution dengan konsep DSO. Sebagai demonstrasi, beliau menunjukkan bagaimana dua buah instance aplikasi slider di Swing dapat saling bertukar state. Ketika slider di instance A digeser, slider di instance B ikut berubah. Saya jadi ingat waktu me-remote komputer cewe Marketing di kantor yang lama. Akhirnya kita kenalan.. tapi itu lain cerita.

Endy Muhardin, pembicara selanjutnya, membawakan materi Ruthless Testing. Ini adalah sebuah judul, bukan nama produk apalagi nama cewe (Ruth?). Karena waktu yang terbatas, beliau hanya sempat menerangkan unit testing (JUnit), coverage testing (Cobertura) dan code review (PMD). Maaf kalau ada yang terlewat, mungkin saat itu saya sedang naik turun tangga mencari toilet.

Demikian rangkuman JaMU 07.01 Sabtu lalu, semoga menjadi masukan bagi teman-teman khususnya yang berhalangan hadir. Seperti biasa, materi presentasi dapat di-download dari website JUGI (mungkin butuh beberapa hari setelah JaMU) di http://www.jug.or.id/jugwiki/Wiki.jsp?page=JaMU0701. Sebagai tambahan, Bustanil Arifin telah berbaik hati meng-upload foto peserta JaMU di http://tech.ph.groups.yahoo.com/group/jug-indonesia/photos/browse/5994
Bagi yang penasaran wajah saya, saya yang nyengirnya paling lebar. Bagi yang penasaran wajah Frans, beliau yang pakai celana pendek (saya juga, tapi ga keliatan kalau pakai celana pendek). Bagi yang penasaran wajah Endy, beliau yang pakai kaos putih bertuliskan "Independent" (kalau ga salah).

Terima kasih untuk Indrayana dan Endy atas presentasinya. Saya kurang tahu apakah IDEA masih memberikan personal license IntelliJ 6.0 untuk pembicara, mohon hubungi Frans Thamura untuk detilnya.

Terima kasih untuk Sun Microsystems Indonesia, terutama Dhea, yang sudah menyediakan tempat dan donat J.Co.

Terima kasih untuk teman-teman sekalian yang sudah datang. Sampai jumpa di JaMU mendatang!

Salam hangat,
Thomas Wiradikusuma
Panitia JaMU
http://www.jug.or.id/jugwiki/Wiki.jsp?page=JaMU0701

PS: Materi presentasi Spread Java akan saya publikasikan beberapa hari lagi.

Tuesday, January 23, 2007

Help spread Java in Indonesia. Let's get going!

Halo!

Seberapa jauh Java merasuki hidupmu?

  • kamu merasa gajimu kegedean setelah menjadi programmer Java

  • kamu menganggap Java keren untuk menarik cewe/cowo yang kamu taksir

  • kamu suka bersenandung “Here comes the Sun..”

  • kamu mengakses forum.nokia.com sebelum membeli ponsel

  • kamu berpendapat VB sudah basi

  • kamu mudah tersinggung ketika orang membicarakan kelebihan .NET

  • kamu bersemangat ketika ada diskusi tentang Java

  • kamu paling ga pernah berkomentar di milis JUGI tentang suatu topik yang kamu sebenernya ga tau apa-apa, tapi berkat Google dan Javadoc/FAQ/Getting Started topik ybs, kamu seolah-olah pakar

  • kamu berpikir programmer PHP adalah orang barbar dalam pemrograman

  • kamu pernah bingung mencari hosting JSP yang murah, kalau bisa gratis

  • ketika disuruh bos mengerjakan suatu project, misalnya reporting, kamu langsung ke Google dan mengetik “open source Java reporting”

  • kamu pernah mencari “Weblogic crack” di situs warez

  • ketika mengerjakan project .NET, kamu terheran-heran kenapa tool/library yang di Java gratis, di .NET malah bayar

  • kamu tersenyum membaca artikel ini sambil mengangguk-angguk mengiyakan

  • setelah artikel ini selesai kamu baca, kamu akan berpikir, “Apa lagi ya pengaruh Java buat gw?”


Kalau kamu setuju dengan sebagian besar poin-poin di atas, kemungkinan kamu seorang Java-addict. That's wonderful. Maukah kamu membagi kebahagiaan ini kepada orang lain?

Daftarkan dirimu sekarang juga untuk JaMU Sabtu ini. Disana kita akan ngobrol mengenai agenda JUGI di tahun 2007. Kalau kamu merasa Java sangat berpengaruh dalam hidupmu, mari bantu orang lain untuk merasakan manfaat yang sama. Sekarang saatnya kamu berperan!

Help spread Java in Indonesia. Let's get going!

Salam hangat,
Thomas Wiradikusuma
Panitia JaMU

Perhatian: Ilustrasi yang disertakan adalah interpretasi pribadi Thomas Wiradikusuma dan tidak mewakili Java User Group Indonesia secara sebagian maupun keseluruhan. Ilustrasi mungkin ofensif bagi sebagian orang.

Monday, January 08, 2007

Selamat menempuh hidup baru!

“Thanks Thom. Kapan nih menyusul?” kata Pandu sambil tersenyum seraya merangkul gw ketika menerima ucapan selamat.

Saat itu malam minggu, 6 Januari 2007. Resepsi pernikahan Gregorius Pandu Setia Budianta, my old pal, dengan Veronika Elysia dilangsungkan di Café Top M, Menara Rajawali, Mega Kuningan, setelah sebelumnya diadakan misa pernikahan di Gereja St. Matius, Bintaro, pada pukul 14:00.

Pernikahan Pandu mengejutkan gw. “Pengumuman” akan pernikahannya sudah gw dengar jauh-jauh hari sebelum resepsi, namun justru itulah yang membuat gw semakin terkejut, “Pandu? Merried? But he's at my age! ” All of a sudden, I felt “old”. “Thom, Pandu is going to be married. Will you be ready when it's your turn?”

Gw percaya Pandu sudah ready. Dia mungkin sepantaran gw, namun pola pikir (dan semoga kedewasaan!) Pandu sudah sangat matang. Tetapi.. tetap saja gw tersenyum melihat wajah kanak-kanak Pandu dan istrinya di slideshow foto-foto pernikahan mereka. They are such a lovely couple!

Resepsinya sendiri meriah namun tidak berkesan mewah. Beberapa orang penting seperti Bapak Emil Salim, cerpenis Hamsad Rangkuti, Kepala Pengelola GKJ Marusya Nainggolan, pemimpin umum tabloid Femina Pia Alibasyah dan beberapa sastrawan kawakan turut hadir. Sejujurnya gw ga kenal sama sekali wajah mereka, mom told me who they are. Mom is a journalist.

Om Eka Budianta, ayah Pandu, menghadiahkan sepasang insan yang berbahagia itu sebuah buku. Tunggu, bukan sebuah, namun beliau mencetak buku untuk mereka! Isinya kumpulan puisi terbaiknya, dibagikan sebagai suvenir bagi tamu yang hadir. Maklum beliau adalah seorang penyair yang sangat distinguished (FYI, Tante Melani, istri beliau, adalah seorang Guru Besar di Fakultas Sastra UI. Ain't they a lovely couple too?).

I can't give them a book. I've never written any. I don't even know how to write one! I can't give them poetry too. Although I founded and moderated Aku Ingin Bercerita, a mailing list for amateur poets and poetry exchange, I will look stupid doing so (please, Pandu's parents have “poet” for their middle name!). Nevertheless, I'm pretty much sure no body has ever given them a blog, so this post is for you, bro!

Hoping the best for Pandu and Elysia. Semoga mereka diberikan keturunan sebanyak yang mereka inginkan, selalu diberikan kebahagiaan dan dijauhkan dari segala yang jahat. Amin!

Tuesday, January 02, 2007

Happy New Year 2007!

Ahh.. it's great to be back online :-)

Happy New Year 2007 people, wishing you all the best!

Looking for my geek side?