Sunday, April 15, 2007

Sepeda

Di blog sebelumnya gw menulis tentang keinginan untuk kembali berolahraga (please don’t tell me Tukul’s “kembali ke laptop”. I spend 14 hours a day in front of laptop and has it more than enough). Disitu gw sempat menyinggung soal sepeda. Gw akan cerita lebih banyak disini.

Terakhir kali gw mengendarai (menggenjot?) sepeda adalah waktu masih SD. Setelahnya gw ga cukup pede membawanya keluar, considering the fact that my friends were riding BMX and I was still with my feminine-styled (my own wording) bicycle.

Lagipula saat itu gw jatuh cinta sama komputer. The damn thing that consumed me ever since. Mungkin itu salah satu alasan kenapa gw ga pernah tertarik untuk belajar motor (yes, for the n-th time, I told you I can’t ride a motorbike, and has no interest in it for the time being).

Anyway, beberapa hari lalu temen gw mengatakan bahwa dia baru saja membeli sebuah sepeda gunung. Harganya sekitar 1.6jt. Mungkin penggemar sepeda akan berkata, “lumayan murah”. Tapi gw yang sudah belasan tahun asing dari dunia “persepedaan” langsung terperangah, “Busyet, mahal banget. Gw pikir sepeda harganya 200ribu-an!”

Tapi idenya bagus juga. Bulan depan gw ada rencana untuk membeli sepeda. Saat ini gw naksir Polygon tipe xtrada atau quatro.

mens sana in corpore sano

Orandum est ut sit mens sana in corpore sano (Hendaknya engkau berdoa agar ada jiwa yang sehat di dalam badan yang sehat). Kolom IPTEK di KOMPAS Rabu, 11 April 2007, kembali mengingatkan gw akan pentingnya olahraga.

Semua orang tahu olahraga itu penting. Gw juga tahu. Tapi berapa banyak orang yang benar-benar melakukannya, rutin? Yang pasti gw ga termasuk.

Selama ini gw berlindung di balik kesibukan sehari-hari. Dengan 14 jam di depan komputer dan 7 jam untuk tidur, hanya sisa 3 jam untuk melakukan aktivitas lain: makan, minum, berangkat/pulang kerja, mandi. Olahraga? Kapan-kapan. Untuk bersosialisasi saja waktu gw kurang.

Akibatnya jelas, gw jadi mudah sakit. Gw ga tahan udara yang terlalu dingin, apalagi udara dingin buatan (AC dan kipas angin). Gw juga ga tahan udara panas. Intinya gw seperti bakteri yang hanya akan tumbuh subur pada suhu kamar. Menyedihkan.

Padahal gw sadar gw ga dilahirkan dengan fisik terhebat di dunia. Gw bahkan lahir prematur (I don’t blame my mom. Katanya bayi prematur lahir dengan kecerdasan di atas rata-rata). Gw juga sadar penyakit-penyakit ndeso terlalu sering menyerang gw: pilek, demam, diare. Tapi kenapa sulit sekali bagi gw untuk hidup sehat?

Well, gw ga seutuhnya payah dalam urusan memperhatikan kesehatan. Sudah lama gw minum susu tanpa gula, ga merokok, membatasi konsumsi obat (saat sakit gw lebih pilih makan yang banyak) dan hanya minum minuman beralkohol pada situasi tertentu (I drink socially). Sewaktu kuliah gw bahkan sempat rajin olahraga dan melakukan diet makanan (memperbanyak sayuran dan mengurangi daging).

Tapi beberapa bulan terakhir ini gw benar-benar payah. Gw udah lama ga joging, berenang, workout, bahkan gw udah jarang sekali makan sayur. Beberapa hari belakangan ini gw bahkan sering merasa nyeri di pergelangan tangan kanan. Gw sampai panik jangan-jangan ini RSI (Repetitive Strain Injury).

Gw ingin banget kembali seperti dulu, rajin olahraga. Tapi gw bingung mulai dari mana. Secara kebetulan, salah seorang sahabat gw membeli sepeda gunung (MTB) Polygon astroz. Gw kaget, tumben banget!

RSI, artikel di KOMPAS, sepeda gunung. Semuanya secara kolektif gw anggap sebagai pertanda untuk mulai kembali berolahraga. Gw tertarik dengan ide sepeda, mungkin bulan depan gw akan beli juga. Siapa tahu kelak gw bisa ikut kampanye Bike to Work :-)

Tuesday, April 10, 2007

[Announcement] JaMU 07.04

Dear JUGgers,
JaMU 07.04 rencananya akan diadakan pada tanggal 14 April 2007. Berikut ini detil acaranya:

Java Meet Up (JaMU) 07.04 - Jakarta


Tempat:
SUN Microsystem Indonesia
Lantai 13, Gedung Wisma Metropolitan I (WTC Sudirman)
Jakarta

Waktu:
10.00 - 13.00 WIB

Hari/Tanggal:
Sabtu, 14 April 2007

Pembicara dan Topik:
EJB3
Joshua Jackson

Biaya:
-- FREE --

Pendaftaran:
Kirim email ke: jug-indonesia-owner@yahoogroups.com

Subject: [JaMU 07.04] Registration

Content:
Member Information
Name:
Position:
Company:
Website:
Contact Number:
Comment:

Note:
- Tidak ada konfirmasi dari moderator, jadi silakan langsung datang ke acara.

salam hangat,
Thomas Wiradikusuma
Panitia JaMU


Dewantara needs a web master and a designer

Anybody interested in the challenge?

Sunday, April 08, 2007

Sekarang baru tanggal delapan dan...


Sekarang baru tanggal delapan dan pemakaian Speedy gw hampir 400MB? What the..? Ini agak aneh, mengingat gw menggunakan Speedy hanya ketika di rumah (akhir pekan). Ada beberapa kemungkinan:

  • Orang-orang di rumah (terutama adek-adek gw) membuka YouTube.

  • Maven, Eclipse, Firefox atau apapun tool yang gw pakai diam-diam mengakses Internet untuk meng-update dirinya secara otomatis.

  • Laptop dan/atau desktop gw terinfeksi worm.

  • Damn. Is there any way to detect this? Feedbacks are welcome.

Friday, March 16, 2007

JaMU 07.03 Teaser

Dear all,

Once upon a time in the land of Java, enterprise developers menemukan banyak solusi opensource hebat. log4j untuk logging, hibernate untuk ORM, struts untuk MVC, dan masih banyak lagi yang meng-address isu spesifik dari enterprise application development. Kita mengambil napas dan berkata, "Semua itu bagus."

Sayangnya, belum ada framework yang mengisi gap yang paling krusial: glue code dari semua framework-framework hebat tersebut. Developers akhirnya melakukan dengan cara mereka sendiri, custom solution. Hasilnya adalah solusi-solusi adhoc yang sulit dikembangkan, sulit diajarkan ke developer lain, dan men-distract mereka dari core problem: menyelesaikan solusi bisnis.

Spring hadir di saat yang tepat. Seperti namanya, "spring", Spring membuat hati developer bagaikan musim semi, bunga-bunga bermekaran, developer saling bernyanyi dan bergandengan tangan (halah). Spring hadir dengan IoC, AOP, dan semakin mendorong developers untuk work the OO way.

Selama ini kita mengenal Spring sebagai de facto application framework yang mengisi gap di dunia enterprise. Namun beberapa orang tidak puas dengan kehadiran Spring. Untungnya, sebagian dari orang-orang tersebut tidak hanya NATO (no action, talk only) mengatakan Spring sampah. Mereka berbuat lebih dari itu, mereka membuat framework saingan. Dari sekian pesaing yang muncul, hadir Seam sebagai solusi yang bersinar dari kubu JBoss.

Seam hadir dengan konsep "back to (enterprise) nature"--EJB. Selama ini developer menjauhi EJB (2.x) karena kompleksitasnya. Seperti kita menjauhi cewe yang sexy tapi matre, kentutnya bau dan bapaknya preman pasar. Namun Java EE 5 membawa EJB ke tingkat yang lebih menyenangkan, jauh lebih sederhana dengan dukungan Annotation.

Seam hadir dengan mengusung fitur-fitur spektakular dari Java EE 5, utamanya EJB 3 dan JSF. Tidak hanya itu, Seam hadir dengan dukungan penuh terhadap conversation, state management, bahkan meningkatkan kemampuan EL untuk mengurangi boilerplate code. Seam adalah primadona.

Sanggupkah Seam mengalahkan Spring? Sanggupkah Spring mempertahankan posisinya? Atau kedua-duanya akan tenggelam dengan munculnya framework-framework lain yang lebih baru (seperti Guice)? Jangan lewatkan JaMU Sabtu ini.

Topik yang akan dibahas:
Project start-up (code generation)
IDE support
Documentation
Logging
Testing
Deployment
Configuration (XML, Annotation)
Scheduling
E-mail
Security
Ajax
Remoting
MVC
Persistence
Transaction
AOP
Dynamic language support
Performance
Clustering
Career as a programmer (by learning Spring and/or Seam)

Persiapkan diri Anda, the battle shall begin!

Friday, March 09, 2007

[Announcement] JaMU 07.03

Dear JUGgers,
JaMU 07.03 rencananya akan diadakan pada tanggal 17 Maret 2007. Berikut ini detil acaranya:

Java Meet Up (JaMU) 07.03 - Jakarta


Tempat:
SUN Microsystem Indonesia
Lantai 13, Gedung Wisma Metropolitan I (WTC Sudirman)
Jakarta

Waktu:
10.00 - 13.00 WIB

Hari/Tanggal:
Sabtu, 17 Maret 2007

Pembicara dan Topik:
FRAMEWORK DEATHMATCH: SPRING VERSUS SEAM
Joshua Jackson - Seam 1.x
Thomas Wiradikusuma - Spring 2.x

Biaya:
-- FREE --

Pendaftaran:
Kirim email ke: jug-indonesia-owner@yahoogroups.com

Subject: [JaMU 07.03] Registration

Content:
Member Information
Name:
Position:
Company:
Website:
Contact Number:
Comment:

Note:
- Tidak ada konfirmasi dari moderator, jadi silakan langsung datang ke acara.

salam hangat,
Thomas Wiradikusuma
Panitia JaMU

Tuesday, February 20, 2007

[Announcement] JaMU 07.02

Dear JUGgers,
Setelah mengalami penundaan karena banjir, JaMU 07.02 rencananya akan diadakan pada tanggal 24 Pebruari 2007. Berikut ini detil acaranya:

Java Meet Up (JaMU) 07.02 - Jakarta


Tempat:
SUN Microsystem Indonesia
Lantai 13, Gedung Wisma Metropolitan I (WTC Sudirman)
Jakarta

Waktu:
10.00 - 13.00 WIB

Hari/Tanggal:
Sabtu, 24 Pebruari 2007

Pembicara dan Topik:
Samuel Franklyn - Servlet
Thomas Wiradikusuma - Struts 2

Biaya:
-- FREE --

Pendaftaran:
Kirim email ke: jug-indonesia-owner@yahoogroups.com

Subject: [JaMU 07.02] Registration

Content:
Member Information
Name:
Position:
Company:
Website:
Contact Number:
Comment:

Note:
- Tidak ada konfirmasi dari moderator,
jadi silakan langsung datang ke acara.

Friday, February 02, 2007

Banjir = Macet

“Dari abis Jumat-an,” Bapak di sebelah gw menjawab dengan pasrah ketika gw tanya kapan dia naik. Saat itu jam 5 sore dan bis yang kami tumpangi masih ngedon di Semanggi, sementara ratusan—mungkin ribuan—mobil mengular di depan kami. Gw memandang ke samping. Arah balik ga lebih baik.

Jumat ini memang spesial. Bukan karena awal bulan sehingga orang-orang gajian, tapi karena Jakarta (dan sekitarnya) sekali lagi kebanjiran. Sewaktu makan siang di luar gw sempat melihat jalanan di depan kantor, yang menuju ke kanan, tergenang air setinggi 30cm. Gw bahkan sempat mengambil foto perahu (ya, perahu!) milik Pemda DKI yang diparkir di sisi jalan.

Hanya selang dua jam setelah kembali ke kantor dari makan siang, jalanan di depan kantor yang menuju ke kiri ikut-ikutan terendam air. Gw mulai panik. Ajakan teman untuk segera pulang segera gw sambut. Beruntung ada orang kantor yang bawa mobil, gw dan teman gw nebeng sampai ke tempat yang aman, dilanjutkan dengan jalan kaki sebentar ke pintu tol Kebon Jeruk.

Sempat berpikir untuk ke kos, namun akhirnya gw langsung naik bis ke Bekasi, ke rumah. Maklum akhir pekan, lagipula tol Tangerang – Bekasi saat itu terlihat lenggang. Belakangan gw sadar itu tipuan maut.

Bis melaju mulus sampai menjelang Semanggi, selanjutnya gw iri melihat semut yang kelihatannya lebih cepat berjalan dibanding bis yang gw tumpangi. Jenuh tidur, gw ngobrol dengan bapak di sebelah, lalu dengan beberapa penumpang yang berdiri. Kebetulan salah satu penumpang kerja di Lintasarta sebagai network engineer, paling ga ada bahan pembicaraan.

Ga lama kemudian ada sms masuk, Mama mengabarkan bahwa rumah kebanjiran. Oh, great. Sebelumnya teman gw sempat menelpon, katanya rumahnya kebanjiran air setinggi dada. Karena kuatir, beberapa saat kemudian gw menelpon rumah, tapi ga ada jawaban. Gw telpon semua handphone orang rumah, ga ada yang menjawab. Karena bingung, akhirnya gw telpon-telponan dan ber-sms dengan beberapa teman.

Akhirnya gw berhasil terhubung dengan rumah. Untunglah rumah gw hanya banjir setengah lutut (udah kebanjiran kok masih bilang untung ya?). Kemudian gw menghabiskan waktu membaca e-mail di 6680 gw menggunakan Gmail Mobile.

Saat itu gw berpikir, gimana jadinya kalau terjebak macet tiba-tiba ingin buang air besar? Ga habis-habisnya gw bersyukur, tadi sewaktu makan siang gw makan banyak (nambah!) dan minum jus segala, sehingga di bis gw ga begitu lapar. Gw juga bersyukur menjelang keluar kantor gw sempat pipis. Untung aja!

Menjelang Cawang arus tol mulai lancar. Perjalanan dari Cawang ke Bekasi bisa dibilang sangat lancar malah. Gw turun di pintu tol Jati Bening, kemudian naik ojek sampai ke rumah. Sesampainya di rumah gw melihat jam. Alamak.. jam 10 malam!

Suka duka (kebanyakan sih duka) pindah kos

“Terima kasih ya Thomas,” kata ibu kos menyambut kunci-kunci (kamar kos, kamar mandi, lemari dan pagar) dari tangan gw. Rabu 31 Januari 2007 adalah hari terakhir gw kos di sekitar Apartemen Kedoya (kita sebut ini “kos lama”), selanjutnya gw akan kos di dekat Untar (dan kita sebut ini “kos baru”). Sepertinya lebih seru kalau diceritakan dari awal, mari kita mulai.

Rabu minggu lalu gw datang ke kos baru untuk menanyakan ketersediaan kamar. Ada, tapi kamar yang dulu pernah ditawarkan sudah diambil orang lain. Sebelum kos di kos yang lama gw memang pernah survei disini, tapi saat itu gw belum rela mengeluarkan duit hampir 1 juta sebulan untuk sewa kamar (sekarang juga belum rela sih, tapi terpaksa). Akhirnya gw ditawarkan kamar yang sedikit lebih kecil (dan lebih hemat 50 ribu) dan dijanjikan siap minggu depan. Gw langsung setor uang muka 100 ribu.

Senin keesokannya gw telpon kos baru. Kata si pemilik (sebelumnya gw berurusan dengan penjaga kos) ada kamar yang lebih besar, dan gw bisa mulai memindahkan barang hari itu juga. Selasa sepulang kerja gw datang membawa sebagian barang, tapi ternyata kamar yang lebih besar itu sudah di-booking orang lain. Akhirnya gw dapat kamar yang lain, ukurannya sama kecil dengan kamar yang sebelumnya ditawarkan (kamar yang sebelumnya ternyata belum dibersihkan!).

Rabu sore gw datang lagi membawa barang “ronde kedua”: baju-baju bersih dan laptop. Kemudian gw kembali ke kos lama untuk mengambil sisa barang sekaligus pamit ke ibu kos. Barang sisa ini agak merepotkan: tempat sampah, sepatu kets, sendal dan meja plastik (tau kan, meja plastik putih persegi yang biasa ditaruh di pekarangan)!

Sempat berpikir untuk naik taksi, ojek bahkan nekat naik angkot, untung lewat bajaj to the rescue. Setelah pura-pura menawar, gw langsung naik bajaj sampai ke kos baru. Untung sudah jam 8 malam—aksi norak gw menggotong-gotong meja aman dari pandangan orang.

Selesai cuci muka di kos baru gw langsung pergi ke kos mantan gw. Dia menyuruh gw datang untuk celebrate my birthday. Sampai di sana gw mengajak dia belanja daily needs di Indomaret. Seperti biasa gw beli produk dengan harga termurah (dibandingkan dengan produk sesama jenis): sampo Lifeboy, sabun Nuvo, obat kumur Pepsodent, Ultramilk ukuran besar dan beberapa snack untuk stok. Kami kemudian membeli seafood dan makan di kosnya.

Ga lama kemudian hujan pun turun. Gw berpikir, “nanti juga berhenti”, kemudian gw tidur. Begitu gw bangun jam 11 malam, ternyata hujan belum berhenti! Gw langsung berberes dan pinjam payungnya. Sialnya jalan di depan kosnya banjir, air got yang kotor dan pekatnya amit-amit. Gw kemudian pulang dengan meminjam sendal mantan gw. Sepatu gw tenteng. Karena sudah hampir jam 12, gw terpaksa naik.. bajaj. Heran, hari itu bajaj selalu ada di saat yang tepat. Oh ya, gw dihadiahi sweater berwarna terang yang nyaman banget dipakai.

Sesampainya di kos baru gw mendapat kejutan: lantai kamar mandinya penuh dengan pasir hitam pekat, bonus kotoran! Ternyata sewaktu hujan deras, air got meluap masuk lewat lubang drainase (itu lho, yang buat pipis). Karena gw lelah banget, akhirnya gw cuma bersihkan sebisanya lalu mandi dengan sangat hati-hati. Just in case kalau ada alien muncul dari pasir.

Selesai mandi dan bebersih gw langsung tidur. Masalah selesai? Belum. Pertama, diluar hujan. Dingin. Kedua, AC menyala, dan GW LUPA MINTA REMOTE-NYA (AC sial itu ga punya tombol OFF di casing-nya). Semakin dingin. Ketiga, ternyata di kamar ga disediakan seprai, bantal, guling, apalagi selimut. Alhasil gw tidur langsung di atas spring bed yang sebenarnya bisa untuk dua orang. Sangat dingin.

Untungnya gw masih punya sisa-sisa kecerdasan. Berhubung hampir setiap jam gw bangun untuk pipis, gw kemudian berinisiatif mencabut kabel listrik AC. Jenius. Kemudian gw pakai baju dan celana DOBEL. Sangat jenius. Sayangnya ketika gw melakukan itu semua, hanya sisa 3 jam menjelang weker pagi. Super tolol.

Pagi harinya gw bangun dengan tampang kusut, gw kurang tidur. Ternyata hidup memang penuh dengan kejutan. Ketika gw sedang sisiran, tiba-tiba kecoak muncul di meja belajar! Alamak! Bedebah itu lolos dari hajaran pantopel gw, dan sampai sekarang bersembunyi di bawah tempat tidur. Semoga ga merencanakan aksi balas dendam. Belum lagi kaget gw hilang, selanjutnya muncul kelabang sepanjang jari manis di lantai! Untung mata gw terlatih melihat makhluk asing, kelabang malang itu langsung mejret gw injak pakai sepatu. Selanjutnya apa? Dinosaurus?

Looking for my geek side?