Gw baru sadar, udah hampir 1 bulan sejak gw terakhir nge-blog. Mungkin ada yang bertanya-tanya, Ada Apa Dengan Thomas? Diare? Yes, almost a week. Kerja? Yup, masih.
Sebenarnya banyak banget yang ingin gw tulis di blog, tapi waktu ga memungkinkan (or call me lazy). Pengalaman jadi pembicara di Unpar (which is suck, by the way), kos di benhil (not much to say), beli MacBook, beli SLR Canon EOS 400D, sepeda yang rusak, kursus fotografi di Darwis Triadi School of Rock, eh, Photography, dsb dsb.
Anyway, I wrote this short entry just to tell you that I'm still alive :-) In case you want to see some pictures, please follow this link (check some pictures I took during the photography class).
Tuesday, April 08, 2008
Sunday, March 16, 2008
Cinta itu anugrah.. jika kamu cantik
Kemarin gw nonton Ayat Ayat Cinta. Ceritanya sangat bernuansa Islami, watching it enriched my knowledge on culture and religion. If you've been following my posts, you know that my family is multi-cultural.
Filmnya bagus. Meski ada beberapa hal yang mengganjal (seperti "'Gembel' Mesir kok lancar berbahasa Indonesia?"), filmnya patut diacungi jempol. Beberapa pelajaran yang gw dapat dari Ayat Ayat Cinta (warning: possible spoiler):- Do backup, especially when you're working on your thesis. Pengecualian: punya tetangga cantik yang mau membantu mengerjakan ulang thesis-mu.
- "Perjodohan" ga selalu buruk, khususnya kalau calonmu cantik, baik dan kaya.
- Selalu menolong cewek cantik yang kesulitan. Jika kamu ganteng, you will leave good impression.
- Jangan tolak cinta cewek cantik karena dia akan menuduhmu memperkosanya.
- It's okay to have two wifes atas nama cinta, especially when both are beautiful and sexy.
- Cewek jelek ga akan mendapatkan cowok yang diinginkannya, meski sudah mengalah menjadi istri kedua, meski kedua orang tuanya yang sangat berpengaruh membujuk si cowok.
- Cewek blasteran lebih beruntung.
- Cowok ganteng selalu dikelilingi cewek-cewek cantik, meski dia alim.
- Cowok jelek biasanya pemerkosa dan tukang pukul.
Malangnya Kalimalang
Setiap pulang ke Bekasi, gw selalu geleng-geleng kepala melihat jalanan yang rusak parah. Gw heran, kok ga diperbaiki ya, padahal udah berlangsung lama dan bahkan pernah masuk TV.
Ironisnya lagi, ini adalah salah satu jalan utama yang menghubungkan Bekasi dengan Jakarta. Duh.. apa kata dunia?
Pak Walikota Bekasi, perbaiki jalanan kami dong..
Ironisnya lagi, ini adalah salah satu jalan utama yang menghubungkan Bekasi dengan Jakarta. Duh.. apa kata dunia?
Pak Walikota Bekasi, perbaiki jalanan kami dong..
Wednesday, March 12, 2008
JUGI CodeCamp 2008 report
Laporan JUGI CodeCamp 2008:
Jumat dan Sabtu kemarin, 7-8 Maret 2008, adalah tonggak sejarah bagi JUGI, mungkin juga komunitas IT di Indonesia, dengan diadakannya JUGI CodeCamp 2008. Sebuah acara yang murni dari komunitas, oleh komunitas, untuk komunitas. Bukan hanya itu, seluruh peserta terlibat membangun sebuah sistem informasi sekolah open source yang diharapkan bermanfaat bagi bangsa ini.
Acara dimulai dengan sambutan dari JUGI Leaders, Thomas Wiradikusuma dan Joshua Partogi, dilanjutkan dengan requirements gathering bersama Domain Expert, Mas Mul (sampai sekarang saya ga tau nama aslinya). Selanjutnya Endy Muhardin menerangkan development tools yang digunakan, terutama Subversion, kemudian setup development environment lalu diskusi mengenai domain model. Diskusi berjalan alot, mengingat setiap orang mempunyai pendekatan masing-masing dalam menyusun model. Hari pertama ditutup dengan acara jagung bakar dan potong kue Ulang Tahun JUGI yang ke-5. Setelah pemotongan kue, kebanyakan orang tidur, namun beberapa sleepless soul sibuk berdebat soal pattern Open Session In View.
Hari kedua peserta dibagi menjadi 2 kelompok, Deliverable dan Conceptual Design. Tim Deliverable, dipandu oleh Joshua, bertanggung jawab men-develop sistem berdasarkan model yang telah didiskusikan sebelumnya. Project skeleton yang telah disiapkan jauh hari sebelum CodeCamp ternyata tidak bermanfaat karena peserta tidak familiar dengan Maven 2. Tim Conceptual Design, dipandu oleh Thomas, berdiskusi mengenai detil Use Case dan Domain Rules menggunakan pendekatan Unified Process. Di akhir acara, kedua tim mempresentasikan hasilnya. Selesai acara formal, seluruh peserta berfoto bersama di depan vila, kemudian berwisata singkat di "Venice-Venice-an" di kompleks vila.
Kami akui masih terdapat beberapa kendala non-teknis, we humbly admit that developers are not good at organizing events (they can't even organize what's on their desk!). Beberapa kendala itu sangat mengganggu sampai mempengaruhi development dan release. Tapi kami juga maklum, adalah mengada-ngada untuk merilis sebuah produk skala enterprise dalam waktu yang sangat terbatas. Oleh karena itu, kami berkomitmen untuk meneruskan "perjuangan" ini---membangun sistem informasi sekolah yang kami namakan Dewantara, sampai benar-benar layak untuk dapat dinikmati publik. Hopefully won't take long, since this is something we're very good at (instead of organizing an event ;-) ).
Terima kasih kami ucapkan kepada Sun Microsystem Indonesia untuk donasi uang, merchandise dan pinjaman server-nya (kami pikir suara keras itu suara blender). Kepada Artivisi, a startup company from one of our respectable members, untuk donasi Domain Expert dan pinjaman peralatannya. Terima kasih kepada Meruvian, Trinita dan Daniel Baktiar untuk donasi uangnya, kepada JetBrains untuk donasi IntelliJ Personal License-nya. Tak lupa kepada Hadikusuma Wahab untuk pinjaman vilanya, dan terima kasih untuk teman-teman yang hadir. Tanpa kalian, acara ini hanya berhenti dalam diskusi di milis.
P.S. Foto ada disini dan disini.
Bayangkan 20 musisi Jazz dengan skill, pengalaman dan grup band yang berbeda, berkolaborasi membuat sebuah lagu. Ganti 'musisi Jazz' dengan 'programmer Java' dan 'lagu' dengan 'open source software'.Kalimat itu adalah kalimat yang selalu saya ucapkan setiap ada non-programmer yang bertanya "Apa sih CodeCamp?". Kenyataannya memang sangat sulit untuk diwujudkan, namun beberapa hari lalu komunitas Java terbesar di Indonesia, Java User Group Indonesia, baru saja melakukannya. Belum sesuai yang diharapkan, namun menjadi sebuah pencapaian tersendiri.
Jumat dan Sabtu kemarin, 7-8 Maret 2008, adalah tonggak sejarah bagi JUGI, mungkin juga komunitas IT di Indonesia, dengan diadakannya JUGI CodeCamp 2008. Sebuah acara yang murni dari komunitas, oleh komunitas, untuk komunitas. Bukan hanya itu, seluruh peserta terlibat membangun sebuah sistem informasi sekolah open source yang diharapkan bermanfaat bagi bangsa ini.
Acara dimulai dengan sambutan dari JUGI Leaders, Thomas Wiradikusuma dan Joshua Partogi, dilanjutkan dengan requirements gathering bersama Domain Expert, Mas Mul (sampai sekarang saya ga tau nama aslinya). Selanjutnya Endy Muhardin menerangkan development tools yang digunakan, terutama Subversion, kemudian setup development environment lalu diskusi mengenai domain model. Diskusi berjalan alot, mengingat setiap orang mempunyai pendekatan masing-masing dalam menyusun model. Hari pertama ditutup dengan acara jagung bakar dan potong kue Ulang Tahun JUGI yang ke-5. Setelah pemotongan kue, kebanyakan orang tidur, namun beberapa sleepless soul sibuk berdebat soal pattern Open Session In View.
Hari kedua peserta dibagi menjadi 2 kelompok, Deliverable dan Conceptual Design. Tim Deliverable, dipandu oleh Joshua, bertanggung jawab men-develop sistem berdasarkan model yang telah didiskusikan sebelumnya. Project skeleton yang telah disiapkan jauh hari sebelum CodeCamp ternyata tidak bermanfaat karena peserta tidak familiar dengan Maven 2. Tim Conceptual Design, dipandu oleh Thomas, berdiskusi mengenai detil Use Case dan Domain Rules menggunakan pendekatan Unified Process. Di akhir acara, kedua tim mempresentasikan hasilnya. Selesai acara formal, seluruh peserta berfoto bersama di depan vila, kemudian berwisata singkat di "Venice-Venice-an" di kompleks vila.
Kami akui masih terdapat beberapa kendala non-teknis, we humbly admit that developers are not good at organizing events (they can't even organize what's on their desk!). Beberapa kendala itu sangat mengganggu sampai mempengaruhi development dan release. Tapi kami juga maklum, adalah mengada-ngada untuk merilis sebuah produk skala enterprise dalam waktu yang sangat terbatas. Oleh karena itu, kami berkomitmen untuk meneruskan "perjuangan" ini---membangun sistem informasi sekolah yang kami namakan Dewantara, sampai benar-benar layak untuk dapat dinikmati publik. Hopefully won't take long, since this is something we're very good at (instead of organizing an event ;-) ).
Terima kasih kami ucapkan kepada Sun Microsystem Indonesia untuk donasi uang, merchandise dan pinjaman server-nya (kami pikir suara keras itu suara blender). Kepada Artivisi, a startup company from one of our respectable members, untuk donasi Domain Expert dan pinjaman peralatannya. Terima kasih kepada Meruvian, Trinita dan Daniel Baktiar untuk donasi uangnya, kepada JetBrains untuk donasi IntelliJ Personal License-nya. Tak lupa kepada Hadikusuma Wahab untuk pinjaman vilanya, dan terima kasih untuk teman-teman yang hadir. Tanpa kalian, acara ini hanya berhenti dalam diskusi di milis.
P.S. Foto ada disini dan disini.
Sunday, March 02, 2008
jTechnopreneurship 2008 @ IPB
Sabtu kemarin (01/03/2008) gw menghadiri Roadshow jTechnopreneurship 2008 di Institut Pertanian Bogor. Frans Thamura, the man behind the event, mengajak gw membawakan dua presentasi: pengenalan Java (“Why Java”) dan pengenalan JUGI (“Hello JUGI!”). Pesertanya cukup banyak, lebih dari 200 orang.
Awalnya gw agak kuatir dengan kelancaran presentasinya. “Why Java” adalah materi di awal acara, dan gw baru dapat presentation slide BEBERAPA MENIT MENJELANG session. Salah gw kenapa datang telat :-P
Ya sudah, gw buru-buru mempelajari materinya selama kata-kata sambutan. Baru kali itu gw mengharapkan kata sambutan yang panjang (sialnya hanya sebentar). Belum lagi Frans malah mengajak gw ngobrol. Panic mode ON.
“Astaga, beliau masih muda sekali!” sang moderator kaget ketika membacakan biodata gw. Gw ga tau harus tersinggung atau bangga :-D I'm not that young! Mungkin karena disitu banyak dosen sehingga usia gw dianggap “ijo” (but I'm cute, hehe). Akhirnya gw naik ke depan, berharap-harap cemas semoga ada gempa bumi atau meteor jatuh supaya ga jadi presentasi. Neither happened.
Di luar dugaan gw, ternyata presentasinya berjalan sukses. Sangat sukses malah.80% waktu presentasi gw isi dengan improvisasi (soalnya gw ga ngerti apa yang ditulis di slide). Gw berhasil membuat orang terpingkal-pingkal namun tetap fokus pada materi. Pyuh..!!!
Presentasi kedua gw adalah materi penutup acara. Great, I have to stay until the end of show! Akhirnya gw keluar ruangan untuk hunting foto. Karena hari Sabtu dan ga ada jadwal perkuliahan, gw harus puas memotret pohon dan bunga :-D
Selesai hunting, gw kembali ke auditorium (sebenarnya belum puas, tapi ga tahan digigitin nyamuk kebun). Disitu gw membuat presentation slide untuk presentasi selanjutnya. Hehe, ketahuan deh datang kesitu tanpa persiapan :-P
IPB berbaik hati menyediakan internet gratis. Dan harus gw akui, internet mereka wuz wuz wuz! Kalau tau begini, dari rumah gw akan siapkan link-link download video!
Presentasi gw yang terakhir ga berjalan semeriah sebelumnya, padahal topiknya jauh lebih ringan. There was laughter, but not much. The audiences were tired, I even saw Frans sleeping :-)
Anyway, meski sepulang IPB gw langsung masuk angin (AC mereka terlalu dingin), overall I’m quite satisfied with the result. See you in Bandung!
P.S. See the pictures in Picasa. Some of them are not taken by me.
Awalnya gw agak kuatir dengan kelancaran presentasinya. “Why Java” adalah materi di awal acara, dan gw baru dapat presentation slide BEBERAPA MENIT MENJELANG session. Salah gw kenapa datang telat :-P
Ya sudah, gw buru-buru mempelajari materinya selama kata-kata sambutan. Baru kali itu gw mengharapkan kata sambutan yang panjang (sialnya hanya sebentar). Belum lagi Frans malah mengajak gw ngobrol. Panic mode ON.
“Astaga, beliau masih muda sekali!” sang moderator kaget ketika membacakan biodata gw. Gw ga tau harus tersinggung atau bangga :-D I'm not that young! Mungkin karena disitu banyak dosen sehingga usia gw dianggap “ijo” (but I'm cute, hehe). Akhirnya gw naik ke depan, berharap-harap cemas semoga ada gempa bumi atau meteor jatuh supaya ga jadi presentasi. Neither happened.
Di luar dugaan gw, ternyata presentasinya berjalan sukses. Sangat sukses malah.80% waktu presentasi gw isi dengan improvisasi (soalnya gw ga ngerti apa yang ditulis di slide). Gw berhasil membuat orang terpingkal-pingkal namun tetap fokus pada materi. Pyuh..!!!
Presentasi kedua gw adalah materi penutup acara. Great, I have to stay until the end of show! Akhirnya gw keluar ruangan untuk hunting foto. Karena hari Sabtu dan ga ada jadwal perkuliahan, gw harus puas memotret pohon dan bunga :-D
Selesai hunting, gw kembali ke auditorium (sebenarnya belum puas, tapi ga tahan digigitin nyamuk kebun). Disitu gw membuat presentation slide untuk presentasi selanjutnya. Hehe, ketahuan deh datang kesitu tanpa persiapan :-P
IPB berbaik hati menyediakan internet gratis. Dan harus gw akui, internet mereka wuz wuz wuz! Kalau tau begini, dari rumah gw akan siapkan link-link download video!
Presentasi gw yang terakhir ga berjalan semeriah sebelumnya, padahal topiknya jauh lebih ringan. There was laughter, but not much. The audiences were tired, I even saw Frans sleeping :-)
Anyway, meski sepulang IPB gw langsung masuk angin (AC mereka terlalu dingin), overall I’m quite satisfied with the result. See you in Bandung!
P.S. See the pictures in Picasa. Some of them are not taken by me.
Wednesday, February 27, 2008
Ngga jadi nganggur deh
Gw pernah cerita ke beberapa orang bahwa Maret gw “berencana untuk menganggur”. Hampir 2 minggu menjelang due date, ga ada kabar dari HRD atau bos gw mengenai perpanjangan kontrak, wajar gw berasumsi “kontrak selesai” dan gw akan jadi pengangguran.
Apakah gw sedih? Sebaliknya. Gw kangen masa gembel gw (halah), bisa bangun siang dan ga mandi beberapa hari (sekarang maksimal 2 hari). To celebrate my upcoming unemployment, gw buru-buru beli kamera digital SLR Canon EOS 400D. Rencananya selama “libur” gw ingin menekuni fotografi.
Ga hanya fotografi, berikut ini agenda “pengangguran” gw:
Bagaimana dengan keuangan? Gw harus membayari uang kuliah adek gw, biaya hidup untuk myself, my mom, my dad, and my sisters. Gimana dong? Well, jangan mengkuatirkan hal-hal yang diluar jangkauanmu. Semua sudah ada yang mengatur :-)
Anyway, beberapa orang langsung menawari pekerjaan begitu tahu gw akan menganggur. Thanks for the offer guys! I told you, semua sudah ada yang mengatur. Tapi itu nanti.
It happens to be I can’t leave office anytime soon. Kemarin CIO gw menawari perpanjangan kontrak. Meski gw sudah berkelit sedemikian rupa (sampai menyebut beberapa agenda di atas), beliau tetap bersikeras.
Gw juga sebenarnya agak ga rela meninggalkan project yang sedang berjalan. The fun has just began. Don’t get me wrong, I’ve done my part, it’s just that the project is quite big and we’re on short of manpower.
Akhirnya gw mengajukan proposisi: Gw mau bekerja, tapi hanya selama dua bulan (idealnya 1 bulan, I calculated possible schedule slippage). Gw juga minta libur setiap hari Senin. Beliau setuju. Thanks boss, you’re the man!
Mungkin ga semua agenda di atas bisa terwujud, karena gw sekarang harus membagi antara kerja dan agenda pribadi. But it's OK, it's a better deal.
Anyway, menganggurnya terpaksa ditunda. Sekarang harus cari kos lagi...
Apakah gw sedih? Sebaliknya. Gw kangen masa gembel gw (halah), bisa bangun siang dan ga mandi beberapa hari (sekarang maksimal 2 hari). To celebrate my upcoming unemployment, gw buru-buru beli kamera digital SLR Canon EOS 400D. Rencananya selama “libur” gw ingin menekuni fotografi.
Ga hanya fotografi, berikut ini agenda “pengangguran” gw:
- Menyelesaikan buku Maven 2, kolaborasi dengan seorang senior Java
- Memantapkan organisasi JUG Indonesia (menjalin relasi dengan vendor-vendor besar dan media massa, membangun sistem keanggotaan, mengurus sponsorship, dsb)
- Merilis Dewantara 0.2 (0.1 seharusnya saat CodeCamp)
- Ikut Roadshow seorang Java Champion untuk mempromosikan Java di kampus-kampus di Indonesia
- Mengejar sertifikasi
- Lebih sering olahraga (terutama renang, angkat beban dan bersepeda)
- Merawat papa
- Kembali bermain musik (just for fun)
- Beli MacBook. Kapan lagi punya Apple!
- Liburan, entah kemana
Bagaimana dengan keuangan? Gw harus membayari uang kuliah adek gw, biaya hidup untuk myself, my mom, my dad, and my sisters. Gimana dong? Well, jangan mengkuatirkan hal-hal yang diluar jangkauanmu. Semua sudah ada yang mengatur :-)
Anyway, beberapa orang langsung menawari pekerjaan begitu tahu gw akan menganggur. Thanks for the offer guys! I told you, semua sudah ada yang mengatur. Tapi itu nanti.
It happens to be I can’t leave office anytime soon. Kemarin CIO gw menawari perpanjangan kontrak. Meski gw sudah berkelit sedemikian rupa (sampai menyebut beberapa agenda di atas), beliau tetap bersikeras.
Gw juga sebenarnya agak ga rela meninggalkan project yang sedang berjalan. The fun has just began. Don’t get me wrong, I’ve done my part, it’s just that the project is quite big and we’re on short of manpower.
Akhirnya gw mengajukan proposisi: Gw mau bekerja, tapi hanya selama dua bulan (idealnya 1 bulan, I calculated possible schedule slippage). Gw juga minta libur setiap hari Senin. Beliau setuju. Thanks boss, you’re the man!
Mungkin ga semua agenda di atas bisa terwujud, karena gw sekarang harus membagi antara kerja dan agenda pribadi. But it's OK, it's a better deal.
Anyway, menganggurnya terpaksa ditunda. Sekarang harus cari kos lagi...
Friday, February 08, 2008
Imlek
Kemarin gw sekeluarga (without my dad, he's not feeling well) mampir ke rumah saudara-saudara mama, kami merayakan Imlek. Yup, meski sebagian orang berpikir gw orang Batak atau Manado, gw sebenarnya keturunan Jawa dan Tionghoa Padang. It's very fun to have a family that celebrates Idul Fitri, Christmas, Suro and Imlek. You get the best from every worlds.Anyway, kami hanya datang ke beberapa rumah, tapi angpaonya lumayan. Ada saudara yang memberikan angpao 1/4jt. Cool. Tapi beberapa orang ga memberikan gw angpao karena "Thomas kan udah kerja." Duh, dulu waktu gw di awal-awal kerja, gw selalu bt dibilang begitu. Gimana ga bt, total angpao yang diterima adik-adik gw bisa setengah gaji gw sebulan!
Mama ga mengijinkan gw memberikan angpao, katanya pamali karena gw belum menikah. That's fine with me :-)
Anyway, for those who celebrate, Happy Chinese New Year! Gong Xi Fa Cai! Zhu Ni Yong Yuan Ping An, Xingfu, Jiankang, Hao Yun He Kuai Le! (I don't understand the words, but it must be something good)
Thursday, February 07, 2008
Pengalaman memperpanjang SIM
Dua minggu yang lalu gw memperpanjang SIM A di Polres Bekasi, gw sampai disana sekitar jam 9 pagi. My mom told me earlier is better, karena semakin siang biasanya semakin ramai dan setelah makan siang mereka ga menerima aplikasi baru.
Pertama gw agak skeptis dengan urusan ini, “Great, how many hours should I allocate for this?” Gw ga menggunakan jasa calo, dan berdasarkan pengalaman-pengalaman sebelumnya, proses pelayanan publik di negara ini bisa sangat bertele-tele.
To my surprise, things were a lot better. First thing I noticed, ga ada calo di dalam gedung. Biasanya mereka membaur di kerumunan sambil menawarkan jasanya, dalam beberapa kasus bahkan sang calo adalah oknum polisi.
Medical check-up-nya juga ga berbelit-belit. Gw sempat kuatir bakal “digetok” karena lupa bawa kacamata (sehingga gagal tes membaca huruf dari jauh), untung ibu dokternya baik hati (probably because I’m cute).
The rest was straightforward. Gw menunggu sebentar, difoto, menunggu lagi, lalu dapat SIM. Oh ya, SIM lama gw udah patah, dan ini bukan masalah untuk mereka (baca: gw ga dipersulit). My mom told me that had my Driver’s License expired, the process would be much more difficult. Sewaktu difoto gw melihat beberapa orang sedang menempuh ujian lisan. Wonderful, 5 tahun lalu ruangan itu selalu kosong.
Overall gw menghabiskan sekitar 30 menit dan membayar biaya standar (no mark-up), gw puas dan bangga dengan pelayanan mereka. Congratulations guys, keep up the good work!
Pertama gw agak skeptis dengan urusan ini, “Great, how many hours should I allocate for this?” Gw ga menggunakan jasa calo, dan berdasarkan pengalaman-pengalaman sebelumnya, proses pelayanan publik di negara ini bisa sangat bertele-tele.
To my surprise, things were a lot better. First thing I noticed, ga ada calo di dalam gedung. Biasanya mereka membaur di kerumunan sambil menawarkan jasanya, dalam beberapa kasus bahkan sang calo adalah oknum polisi.
Medical check-up-nya juga ga berbelit-belit. Gw sempat kuatir bakal “digetok” karena lupa bawa kacamata (sehingga gagal tes membaca huruf dari jauh), untung ibu dokternya baik hati (probably because I’m cute).
The rest was straightforward. Gw menunggu sebentar, difoto, menunggu lagi, lalu dapat SIM. Oh ya, SIM lama gw udah patah, dan ini bukan masalah untuk mereka (baca: gw ga dipersulit). My mom told me that had my Driver’s License expired, the process would be much more difficult. Sewaktu difoto gw melihat beberapa orang sedang menempuh ujian lisan. Wonderful, 5 tahun lalu ruangan itu selalu kosong.
Overall gw menghabiskan sekitar 30 menit dan membayar biaya standar (no mark-up), gw puas dan bangga dengan pelayanan mereka. Congratulations guys, keep up the good work!
Tuesday, January 29, 2008
Pak Harto wafat
Beberapa waktu yang lalu gw pernah menulis blog tentang mantan Presiden Soeharto. Secara kebetulan, kemarin lusa menjelang berangkat ke kos gw sempat menonton Metro TV mengenai wafatnya beliau. Gw turut berduka cita, semoga arwahnya di akherat mendapat posisi yang sesuai dengan amal ibadahnya selama ini. Amin.
Money can't buy life, but it can save lives. Gw berharap penegakan hukum (terhadap beliau) tetap berjalan untuk tujuan itu. Buat orang-orang yang berpendapat, "Kasian, sudah meninggal kok masih dikejar-kejar", read this: You can't mix 'feeling' and law. Sebagai manusia, gw kagum akan keberhasilan Pak Harto, kagum akan kerja kerasnya, bersimpati sewaktu beliau sakit. Namun tentu saja, hukum harus tetap ditegakkan. Nothing personal.
Buat orang-orang yang berpendapat, "Berkat Pak Harto Indonesia bisa semaju ini", gw akan bilang, "Kemana aja lo?" Gw setuju, Indonesia sekarang lebih baik dibanding Indonesia dulu, tapi dengan pemerintahan yang bersih Indonesia seharusnya jauh lebih maju. Think out of the box please.
Update: Barusan gw liat detik.com bahwa Pak Harto mungkin akan jadi pahlawan nasional. Hmm..
Money can't buy life, but it can save lives. Gw berharap penegakan hukum (terhadap beliau) tetap berjalan untuk tujuan itu. Buat orang-orang yang berpendapat, "Kasian, sudah meninggal kok masih dikejar-kejar", read this: You can't mix 'feeling' and law. Sebagai manusia, gw kagum akan keberhasilan Pak Harto, kagum akan kerja kerasnya, bersimpati sewaktu beliau sakit. Namun tentu saja, hukum harus tetap ditegakkan. Nothing personal.
Buat orang-orang yang berpendapat, "Berkat Pak Harto Indonesia bisa semaju ini", gw akan bilang, "Kemana aja lo?" Gw setuju, Indonesia sekarang lebih baik dibanding Indonesia dulu, tapi dengan pemerintahan yang bersih Indonesia seharusnya jauh lebih maju. Think out of the box please.
Update: Barusan gw liat detik.com bahwa Pak Harto mungkin akan jadi pahlawan nasional. Hmm..
Thursday, January 24, 2008
Visit Indonesia 2008
Akhir-akhir ini sering terdengar kampanye Visit Indonesia 2008. Gw tentu senang, ini akan mendatangkan devisa dan memakmurkan negara. Sebagai wujud partisipasi, gw telah menyusun daftar beberapa hal unik yang truly Indonesia:
- Forget Venice, the City of Water. We have Jakarta, the City in Water (only during heavy rainy seasons, don’t miss it). Don’t forget to perform medical check-up after the trip.
- We have busway, high profile project low quality product. It’s less than five years, but the infrastructures are in poor condition. I wish I had one of those big plasmas in my flat before they’re broken.
- Hospitality is so unique that you can’t stay anywhere in the crowd without being greeted by people (OK, beggars. But they are people right?).
- You think Roller Coaster is adrenaline-pumping? Taking bus in major cities in Indonesia is more life-risking (in literal term).
Subscribe to:
Posts (Atom)