Biasanya setiap Jumat begitu pulang kantor gw langsung ke Bekasi. Semenjak ikut fitness, gw suka pulang Sabtu siang (seharusnya pagi, tapi gw telat bangun) karena Jumatnya workout. So it's either go home or workout in Friday. Nah, kemarin gw pulang ke Bekasi setelah workout (dan beres-beres kamar kos), jadinya gw pulang malam.
To my surprise, susah banget mendapat bisnya. Sempat berpikir untuk naik taksi (there were plenty of them at that time), tapi sayang juga seratus ribu untuk pulang doang. Akhirnya gw sampai ke rumah dengan waktu molor dari perkiraan, dan dengan pindah-pindah angkutan umum. Salah satu yang gw naiki adalah bis Transitas (not that Trans the busway). Kalian yang berbau-bau Depok-Bekasi pasti akrab dengan bis ini :-)
Dulu waktu kuliah (dan awal-awal kerja, sebelum kos) gw sering naik bis seperti ini, tapi sekarang gw syok banget. Bisnya penuh, kebanyakan berdiri berdesak-desakan, bau pula (ada bau kotoran, WTF?), pokoknya menderita banget deh. Gw sedih, kok standar hidup kita bisa serendah ini ya? Kok kita mau ya (menerima) standar hidup seperti ini?
Kemudian gw ingat soal obrolan mengenai cewek bensin, cewek yang (hanya) pacaran dengan cowok yang punya (dan bawa) kendaraan (motor, mobil, bajaj juga?). Dulu gw berpikir, “Murahan banget tuh cewek.” Tapi setelah pengalaman kemarin, gw jadi berpikir, “Kalo gw jadi cewek, gw juga akan nyari cowok yang punya mobil.” Hehe..
No wonder gw jomblo, soalnya gw ga punya mobil, hehe (dad's car doesn't count). Ini dilema juga. Gw ga mau beli karena “sayang duit”. For various reasons, gw memilih kos ketimbang jalan dari rumah (even if I'm driving my own car) sehingga utilisasi kendaraan yang gw beli akan rendah. Hanya dua jenis orang yang membeli barang mahal namun jarang digunakan: either he's very rich or very stupid. I'm not very rich and I don't want to be stupid.
So, no car, no woman? Sounds fair to me. Lagipula, gw ga harus beli kambing untuk makan sate kambing kan? :-)
Untuk cewek: Gw ga menyarankan kalian jadi "cewek bensin". Hanya saja, kalian harus mencari cowok dengan "standar yang lebih tinggi". Kamu ga bisa hidup hanya dengan cinta. Love is something and money is not everything, but without money, you can't buy anything and might make your love nothing.
Saturday, June 21, 2008
Thursday, June 19, 2008
Firefox 3
Quoted from an article in detikcom: “Sampai sejauh ini, Mozila Firefox masih terus menguntit Internet Explorer sebagai browser paling favorit.” (translation: So far, Mozila Firefox is still catching up with Internet Explorer as the most favorite browser.)
Yeah right. IE comes preinstalled in every Windows, which is installed in more than 90% PC (I consider Mac a PC). You don't favor IE, you take it for granted.
Anyway, just downloaded and installed a copy of FF3 yesterday. It rocks! I had used the Beta version for a while yet still surprised to the cool features it has. Oh, and it's Leopard-friendly too.
Can't wait to see the 64-bit version for Mac.
Yeah right. IE comes preinstalled in every Windows, which is installed in more than 90% PC (I consider Mac a PC). You don't favor IE, you take it for granted.
Anyway, just downloaded and installed a copy of FF3 yesterday. It rocks! I had used the Beta version for a while yet still surprised to the cool features it has. Oh, and it's Leopard-friendly too.
Can't wait to see the 64-bit version for Mac.
Wednesday, June 18, 2008
Telur Ayam, Kos dan Fitness
Ada apa dengan telur ayam, kos dan fitness? Bagi gw mereka berhubungan. Baru-baru ini gw ikut fitness, otomatis nafsu makan bertambah. Sayangnya gw kos, sehingga ga ada makanan gratis dan bergizi dari mama tercinta, padahal jatah makan gw seperti kuli. Karena workout, jatah makan gw seperti kuli yang workout, dobel.
Untuk mencegah kanker*, gw berinisiatif untuk makan telur ayam. Karena gw ga bisa bertelur dan ibu kos ga mengijinkan gw bertelur ayam, eh, memelihara ayam petelur, maka gw membawa selusin telur ayam dari rumah (mumpung diantar ke kos pakai mobil).
Rencananya, telur-telur itu akan gw rebus di kos, menggunakan kompor bersama yang merupakan fasilitas kos. FYI, kos-kosan gw terdiri dari empat tower (halah, kayak apartemen aja), dimana masing-masing dapat jatah satu kompor. Sialnya, gasnya habis, dan anak-anak kos hanya mau patungan refill di akhir bulan. Jadilah telur-telur itu menganggur di kamar. Itu sejak seminggu yang lalu.
Kuatir telur-telur itu menetas karena suhu kamar yang panas, gw berpikir untuk ke kos teman gw yang berbeda tower. Ide gw, gw akan masak di tower dia pura-puranya in behalf of her. Sebenarnya gw ga begitu kenal dia, hanya kebetulan teman satu kantor tapi lain divisi. Demi misi sosial mencegah lahirnya ayam-ayam yatim piatu, gw akhirnya ke kos dia.
Better than my plan, dia meminjami gw kompor listrik. Akhirnya gw rebus deh beberapa telur di kamar kos, sambil memikirkan alasan kalau-kalau listrik satu kos mati karena gw. Untungnya hal itu ga terjadi.
Trims ya Anggi, besok pinjam lagi ya kompornya!
*Kanker n. [kan.ker] Dalam pengertian sebenarnya: makanan di luar bisa jadi menggunakan minyak jelantah campur oli (sedang hangat dikupas di media massa), ini sangat membahayakan kesehatan. Dalam pengertian konotatif juga: Kantong Kering alias cekak.
Untuk mencegah kanker*, gw berinisiatif untuk makan telur ayam. Karena gw ga bisa bertelur dan ibu kos ga mengijinkan gw bertelur ayam, eh, memelihara ayam petelur, maka gw membawa selusin telur ayam dari rumah (mumpung diantar ke kos pakai mobil).
Rencananya, telur-telur itu akan gw rebus di kos, menggunakan kompor bersama yang merupakan fasilitas kos. FYI, kos-kosan gw terdiri dari empat tower (halah, kayak apartemen aja), dimana masing-masing dapat jatah satu kompor. Sialnya, gasnya habis, dan anak-anak kos hanya mau patungan refill di akhir bulan. Jadilah telur-telur itu menganggur di kamar. Itu sejak seminggu yang lalu.
Kuatir telur-telur itu menetas karena suhu kamar yang panas, gw berpikir untuk ke kos teman gw yang berbeda tower. Ide gw, gw akan masak di tower dia pura-puranya in behalf of her. Sebenarnya gw ga begitu kenal dia, hanya kebetulan teman satu kantor tapi lain divisi. Demi misi sosial mencegah lahirnya ayam-ayam yatim piatu, gw akhirnya ke kos dia.
Better than my plan, dia meminjami gw kompor listrik. Akhirnya gw rebus deh beberapa telur di kamar kos, sambil memikirkan alasan kalau-kalau listrik satu kos mati karena gw. Untungnya hal itu ga terjadi.
Trims ya Anggi, besok pinjam lagi ya kompornya!
*Kanker n. [kan.ker] Dalam pengertian sebenarnya: makanan di luar bisa jadi menggunakan minyak jelantah campur oli (sedang hangat dikupas di media massa), ini sangat membahayakan kesehatan. Dalam pengertian konotatif juga: Kantong Kering alias cekak.
Tuesday, June 17, 2008
L-Men
If you've been following my posts, you know that I recently joined a gym near my office. It's been two weeks since my enrollment, and I'm happy to say I've seen some improvements in my biceps :-)
To boost my progress, yesterday I bought a huge pack of L-Men Gain Mass. Not that I'm too skinny, but another 5-10kg won't hurt, will it? I need bigger muscle to build.
Anybody willing to share their experience with L-Men? I will update my blog bi-weekly regarding my progress, don't worry ;-)
To boost my progress, yesterday I bought a huge pack of L-Men Gain Mass. Not that I'm too skinny, but another 5-10kg won't hurt, will it? I need bigger muscle to build.
Anybody willing to share their experience with L-Men? I will update my blog bi-weekly regarding my progress, don't worry ;-)
Monday, June 16, 2008
Pameran Komputer: SPG, t-cash, MORE
Sabtu kemarin gw datang ke pameran komputer di Jakarta Convention Center. Seperti tren belakangan ini, pamerannya bersebelahan dengan pameran ponsel (Indonesia Cellular Show).Meskipun gw seorang geek, sebenarnya gw malas datang ke pameran komputer. Judulnya sih "pameran" (expo/exhibition), tapi mayoritas diisi dengan jualan, padahal masuknya bayar. Makanya gw hanya datang kalau mau beli sesuatu :D
Anyway, gw kesana karena diajak seorang kolega di kantor lama, yah hitung-hitung nostalgia. Sayangnya yang datang hanya seorang. Weks, jadi gw keluar lima ribu (excluding transportation costs) hanya untuk melihat SPG? I usually get more for free ;-)
Untungnya gw melihat beberapa barang bagus (bukan SPG-nya, meski mereka juga bagus). Salah satunya, gw berkesempatan melihat t-cash, produk mobile payment dari Telkomsel.
Seperti biasa, SPG-nya ga mengerti apa-apa soal produknya, so I ended up asking to their superordinate. Esensinya, t-cash memungkinkan kita mendepositkan uang di Telkomsel, lalu menggunakan ponsel (dengan kartu Telkomsel) untuk melakukan pembayaran di merchant rekanan mereka. Saat ini partnernya baru Indomaret (dan beberapa entitas lain yang ga signifikan).
Teknologinya pure SMS, nothing rocket science. Sayangnya, menurut gw, t-cash memiliki paling ga dua cacat:
- You have to reveal your cellphone number to the cashier. Lots of people don't want to share their number to strangers.
- The transaction flow involves user typing some cryptic numbers given by the cashier, send it using SMS/USSD, waiting for the response AND showing the reponse back to the cashier. It's quite a long duration (and have lots of people waiting behind you). What if the SMS is pending?
Selain itu gw juga melihat MORE (Mobile Rewards Exchange), sebuah produk dari inTouch. Esensinya, MORE adalah sebuah sistem poin dan program yang di-install di ponsel (cool application, Symbian-based). Poin yang terkumpul dapat ditukar dengan produk dan layanan dari berbagai perusahaan yang tergabung dalam MORE Alliance.
Poinnya didapat dari transaksi dengan rekanan MORE, misalnya Nokia Indonesia (you get points when you buy cellphone). Konsepnya mirip dengan sebuah produk yang dulu pernah gw lihat (di Indonesia juga), tapi tidak menggunakan SMS. Entah bagaimana kabar produk itu sekarang.
Gw juga melihat SMS Sempro, sebuah aplikasi SMS Center. Sangat menarik jika dilihat dari harga, sayang Windows-based. Hmm... peluang bisnis nih untuk membuat aplikasi yang versi Web dan berjalan ga hanya di Windows :-) Oh ya, related to bulk SMS, gw sempat bertanya di booth XL soal Corporate Solutions mereka. Sekali lagi SPG-nya ga mengerti apa-apa. Payahnya lagi, manajer marketingnya juga bingung ketika gw tanya detil produknya (I didn't go technical).Disitu juga ada pembagian brosur "Professional JAVA Programming" dari sebuah lembaga pelatihan. Sangat menarik. Ada juga carihp.com, sebuah website baru untuk panduan membeli ponsel. Website-nya lumayan cantik, namun lebih baik lagi kalau Ajax-enabled dan ditambah beberapa enhancements. Gw juga melihat brosur sebuah website a'la PayPal, yang sayangnya ga sempat gw lihat produknya (couldn't find the booth).
Gw ga lama berada di pameran, sehingga ga banyak yang bisa dikomentari. Yang membuat gw penasaran, kenapa ada Satria Baja Hitam di pameran?
Friday, June 13, 2008
Bos Pengemis
Barusan gw baca sebuah artikel berjudul "Bos Pengemis Tinggal Nikmati Hidup". Gw senang sekaligus sedih. Senang karena... well, siapa sih yang ga bahagia melihat orang lain sukses?
Tapi gw juga sedih, hal ini menjadi pengakuan bahwa "pengemis adalah profesi." Banggakah Anda jika orang lain berinteraksi dengan Anda hanya karena kasihan?
"Yang penting halal," ujarnya mantap.
Yeah right. People give you money because they think you need it (to sustain your life). Ini namanya memanfaatkan belas kasihan orang.
Kalau kata orang, "Di kota, kalau gengsi ga makan." Tapi menurut gw, gengsi (baca: harga diri) tetap diperlukan. Gengsi, bila diarahkan dengan baik, bisa menjadi pemacu untuk mencapai kesuksesan. Gengsi dong jalan kaki, sehingga Anda membanting tulang untuk membeli motor. Gengsi dong naik motor, sehingga Anda berusaha lebih keras lagi agar punya mobil.
Kembali ke soal mengemis. You can give them a job (sehingga mereka tidak mengemis lagi), tapi yang tak kalah penting adalah menanamkan paham bahwa mengemis itu "tidak baik". Perubahan harusnya dari dalam ke luar.
Tapi gw juga sedih, hal ini menjadi pengakuan bahwa "pengemis adalah profesi." Banggakah Anda jika orang lain berinteraksi dengan Anda hanya karena kasihan?
"Yang penting halal," ujarnya mantap.
Yeah right. People give you money because they think you need it (to sustain your life). Ini namanya memanfaatkan belas kasihan orang.
Kalau kata orang, "Di kota, kalau gengsi ga makan." Tapi menurut gw, gengsi (baca: harga diri) tetap diperlukan. Gengsi, bila diarahkan dengan baik, bisa menjadi pemacu untuk mencapai kesuksesan. Gengsi dong jalan kaki, sehingga Anda membanting tulang untuk membeli motor. Gengsi dong naik motor, sehingga Anda berusaha lebih keras lagi agar punya mobil.
Kembali ke soal mengemis. You can give them a job (sehingga mereka tidak mengemis lagi), tapi yang tak kalah penting adalah menanamkan paham bahwa mengemis itu "tidak baik". Perubahan harusnya dari dalam ke luar.
Tuesday, June 10, 2008
Membahasaindonesiakan istilah
Seseorang, mungkin Anda, dari alamat IP xxx.xxx.xxx.xxx, telah mendaftarkan akun "xxx" dengan alamat surat-e ini di xxx.
Untuk mengkonfirmasikan bahwa akun ini benar dimiliki oleh Anda sekaligus mengaktifkan fitur surat-e di xxx, ikuti pranala berikut pada penjelajah web Anda:
Barusan adalah kutipan e-mail konfirmasi dari suatu website. Gw cinta Bahasa Indonesia (mama gw wartawan dan gw hobi menulis, butuh penjelasan?), tapi please deh, rasanya ga nyaman suatu content diterjemahkan mentah-mentah seperti itu.
Pendekatan yang lebih baik adalah paraphrasing, menulis ulang dengan kalimat yang berbeda namun intinya sama. Kalau itu sulit dilakukan, kenapa ga ditulis as is? Maksud gw, semua orang tau "download" kan (ketimbang "unduh")?
Monday, June 09, 2008
Sandra Dewi Official Blog
Barusan gw liat iklan seleb.tv di KOMPAS, disitu tercantum "Sandra Dewi Official Blog". IMO, Sandra Dewi bagaikan "barang baru" di dunia selebritis Indonesia yang penuh muka bule dan timur tengah (aneh ya, padahal kita orang Asia dan mayoritas Melayu, mengapa "memuja" wajah non-native?).
Penasaran, gw buka websitenya. Arrgh, merah jambu! Anyway, no comment on this. Color selection is highly subjective. Gw baca sekilas beberapa entry, looks like most of them were written by someone by the name -Admin SD-, apparently the one administering the blog.
Sayang sekali, tadinya gw pikir the blog is pure hers. It can be good to promote blogging. But then again, she's an actress, might not have time to do this. If I were her, I would buy a Blackberry so I can blog-by-email during shooting break.
Penasaran, gw buka websitenya. Arrgh, merah jambu! Anyway, no comment on this. Color selection is highly subjective. Gw baca sekilas beberapa entry, looks like most of them were written by someone by the name -Admin SD-, apparently the one administering the blog.
Sayang sekali, tadinya gw pikir the blog is pure hers. It can be good to promote blogging. But then again, she's an actress, might not have time to do this. If I were her, I would buy a Blackberry so I can blog-by-email during shooting break.
Saturday, June 07, 2008
Mac. Just works. Damn expensive.
A Mac is designed to let you spend more time doing what you love and less time trying to get it to work -- http://www.apple.com/mac.
Gw setuju dengan itu, tapi.. let me give you an illustration. Punya Mac itu seperti punya cewek yang cantik dan seksi. Bikin bangga, bikin tambah semangat, enak dilihat dan dipegang ;-) Tapi..
Gw setuju dengan itu, tapi.. let me give you an illustration. Punya Mac itu seperti punya cewek yang cantik dan seksi. Bikin bangga, bikin tambah semangat, enak dilihat dan dipegang ;-) Tapi..
- Takut direbut/dicolong orang
- Ga tega melihatnya "diperlakukan semena-mena"
- Butuh perawatan ekstra (kadang berlebihan)
- Aksesorisnya mahal
Thursday, June 05, 2008
Hati-hati cetak brosur di Rawamangun
Jika Anda hendak mencetak brosur, hati-hati dengan SUBUR JAYA (not that famous Subur) yang berlokasi di Rawamangun. Beberapa waktu lalu gw mencetak brosur untuk kepentingan komunitas. Awalnya mereka meminta Rp. 2.000/lembar, namun besoknya (mereka ga bisa buka .PDF sehingga gw datang lagi dengan .JPG) naik jadi Rp. 3.000/lembar, alasannya BBM naik. WTF? BBM baru naik hari itu dan harganya langsung naik? Karena waktunya mendesak, terpaksa gw ambil juga. Mereka mensyaratkan pencetakan minimal 1 rim.
Setelah brosurnya jadi, ada beberapa puluh lembar yang kualitasnya jelek. Mau gimana lagi, we never signed any SLA (Service Level Agreement)—like they have any.
Yang menarik, ketika gw datang terlalu awal untuk menjemput brosur, PIC-nya (Person In Charge) belum datang. Dari hasil ngobrol-ngobrol dengan seseorang disitu, ternyata sang PIC sedang mencetak brosur gw di Pramuka. Damn, lain kali gw harus cek ke situ.
Note: Kalau Anda berkepentingan dengan SUBUR JAYA dan keberatan dengan entry ini, let’s talk.
Setelah brosurnya jadi, ada beberapa puluh lembar yang kualitasnya jelek. Mau gimana lagi, we never signed any SLA (Service Level Agreement)—like they have any.
Yang menarik, ketika gw datang terlalu awal untuk menjemput brosur, PIC-nya (Person In Charge) belum datang. Dari hasil ngobrol-ngobrol dengan seseorang disitu, ternyata sang PIC sedang mencetak brosur gw di Pramuka. Damn, lain kali gw harus cek ke situ.
Note: Kalau Anda berkepentingan dengan SUBUR JAYA dan keberatan dengan entry ini, let’s talk.
Subscribe to:
Posts (Atom)