If you've been following my posts, you know that I recently joined a gym near my office. It's been two weeks since my enrollment, and I'm happy to say I've seen some improvements in my biceps :-)
To boost my progress, yesterday I bought a huge pack of L-Men Gain Mass. Not that I'm too skinny, but another 5-10kg won't hurt, will it? I need bigger muscle to build.
Anybody willing to share their experience with L-Men? I will update my blog bi-weekly regarding my progress, don't worry ;-)
Tuesday, June 17, 2008
Monday, June 16, 2008
Pameran Komputer: SPG, t-cash, MORE
Sabtu kemarin gw datang ke pameran komputer di Jakarta Convention Center. Seperti tren belakangan ini, pamerannya bersebelahan dengan pameran ponsel (Indonesia Cellular Show).Meskipun gw seorang geek, sebenarnya gw malas datang ke pameran komputer. Judulnya sih "pameran" (expo/exhibition), tapi mayoritas diisi dengan jualan, padahal masuknya bayar. Makanya gw hanya datang kalau mau beli sesuatu :D
Anyway, gw kesana karena diajak seorang kolega di kantor lama, yah hitung-hitung nostalgia. Sayangnya yang datang hanya seorang. Weks, jadi gw keluar lima ribu (excluding transportation costs) hanya untuk melihat SPG? I usually get more for free ;-)
Untungnya gw melihat beberapa barang bagus (bukan SPG-nya, meski mereka juga bagus). Salah satunya, gw berkesempatan melihat t-cash, produk mobile payment dari Telkomsel.
Seperti biasa, SPG-nya ga mengerti apa-apa soal produknya, so I ended up asking to their superordinate. Esensinya, t-cash memungkinkan kita mendepositkan uang di Telkomsel, lalu menggunakan ponsel (dengan kartu Telkomsel) untuk melakukan pembayaran di merchant rekanan mereka. Saat ini partnernya baru Indomaret (dan beberapa entitas lain yang ga signifikan).
Teknologinya pure SMS, nothing rocket science. Sayangnya, menurut gw, t-cash memiliki paling ga dua cacat:
- You have to reveal your cellphone number to the cashier. Lots of people don't want to share their number to strangers.
- The transaction flow involves user typing some cryptic numbers given by the cashier, send it using SMS/USSD, waiting for the response AND showing the reponse back to the cashier. It's quite a long duration (and have lots of people waiting behind you). What if the SMS is pending?
Selain itu gw juga melihat MORE (Mobile Rewards Exchange), sebuah produk dari inTouch. Esensinya, MORE adalah sebuah sistem poin dan program yang di-install di ponsel (cool application, Symbian-based). Poin yang terkumpul dapat ditukar dengan produk dan layanan dari berbagai perusahaan yang tergabung dalam MORE Alliance.
Poinnya didapat dari transaksi dengan rekanan MORE, misalnya Nokia Indonesia (you get points when you buy cellphone). Konsepnya mirip dengan sebuah produk yang dulu pernah gw lihat (di Indonesia juga), tapi tidak menggunakan SMS. Entah bagaimana kabar produk itu sekarang.
Gw juga melihat SMS Sempro, sebuah aplikasi SMS Center. Sangat menarik jika dilihat dari harga, sayang Windows-based. Hmm... peluang bisnis nih untuk membuat aplikasi yang versi Web dan berjalan ga hanya di Windows :-) Oh ya, related to bulk SMS, gw sempat bertanya di booth XL soal Corporate Solutions mereka. Sekali lagi SPG-nya ga mengerti apa-apa. Payahnya lagi, manajer marketingnya juga bingung ketika gw tanya detil produknya (I didn't go technical).Disitu juga ada pembagian brosur "Professional JAVA Programming" dari sebuah lembaga pelatihan. Sangat menarik. Ada juga carihp.com, sebuah website baru untuk panduan membeli ponsel. Website-nya lumayan cantik, namun lebih baik lagi kalau Ajax-enabled dan ditambah beberapa enhancements. Gw juga melihat brosur sebuah website a'la PayPal, yang sayangnya ga sempat gw lihat produknya (couldn't find the booth).
Gw ga lama berada di pameran, sehingga ga banyak yang bisa dikomentari. Yang membuat gw penasaran, kenapa ada Satria Baja Hitam di pameran?
Friday, June 13, 2008
Bos Pengemis
Barusan gw baca sebuah artikel berjudul "Bos Pengemis Tinggal Nikmati Hidup". Gw senang sekaligus sedih. Senang karena... well, siapa sih yang ga bahagia melihat orang lain sukses?
Tapi gw juga sedih, hal ini menjadi pengakuan bahwa "pengemis adalah profesi." Banggakah Anda jika orang lain berinteraksi dengan Anda hanya karena kasihan?
"Yang penting halal," ujarnya mantap.
Yeah right. People give you money because they think you need it (to sustain your life). Ini namanya memanfaatkan belas kasihan orang.
Kalau kata orang, "Di kota, kalau gengsi ga makan." Tapi menurut gw, gengsi (baca: harga diri) tetap diperlukan. Gengsi, bila diarahkan dengan baik, bisa menjadi pemacu untuk mencapai kesuksesan. Gengsi dong jalan kaki, sehingga Anda membanting tulang untuk membeli motor. Gengsi dong naik motor, sehingga Anda berusaha lebih keras lagi agar punya mobil.
Kembali ke soal mengemis. You can give them a job (sehingga mereka tidak mengemis lagi), tapi yang tak kalah penting adalah menanamkan paham bahwa mengemis itu "tidak baik". Perubahan harusnya dari dalam ke luar.
Tapi gw juga sedih, hal ini menjadi pengakuan bahwa "pengemis adalah profesi." Banggakah Anda jika orang lain berinteraksi dengan Anda hanya karena kasihan?
"Yang penting halal," ujarnya mantap.
Yeah right. People give you money because they think you need it (to sustain your life). Ini namanya memanfaatkan belas kasihan orang.
Kalau kata orang, "Di kota, kalau gengsi ga makan." Tapi menurut gw, gengsi (baca: harga diri) tetap diperlukan. Gengsi, bila diarahkan dengan baik, bisa menjadi pemacu untuk mencapai kesuksesan. Gengsi dong jalan kaki, sehingga Anda membanting tulang untuk membeli motor. Gengsi dong naik motor, sehingga Anda berusaha lebih keras lagi agar punya mobil.
Kembali ke soal mengemis. You can give them a job (sehingga mereka tidak mengemis lagi), tapi yang tak kalah penting adalah menanamkan paham bahwa mengemis itu "tidak baik". Perubahan harusnya dari dalam ke luar.
Tuesday, June 10, 2008
Membahasaindonesiakan istilah
Seseorang, mungkin Anda, dari alamat IP xxx.xxx.xxx.xxx, telah mendaftarkan akun "xxx" dengan alamat surat-e ini di xxx.
Untuk mengkonfirmasikan bahwa akun ini benar dimiliki oleh Anda sekaligus mengaktifkan fitur surat-e di xxx, ikuti pranala berikut pada penjelajah web Anda:
Barusan adalah kutipan e-mail konfirmasi dari suatu website. Gw cinta Bahasa Indonesia (mama gw wartawan dan gw hobi menulis, butuh penjelasan?), tapi please deh, rasanya ga nyaman suatu content diterjemahkan mentah-mentah seperti itu.
Pendekatan yang lebih baik adalah paraphrasing, menulis ulang dengan kalimat yang berbeda namun intinya sama. Kalau itu sulit dilakukan, kenapa ga ditulis as is? Maksud gw, semua orang tau "download" kan (ketimbang "unduh")?
Monday, June 09, 2008
Sandra Dewi Official Blog
Barusan gw liat iklan seleb.tv di KOMPAS, disitu tercantum "Sandra Dewi Official Blog". IMO, Sandra Dewi bagaikan "barang baru" di dunia selebritis Indonesia yang penuh muka bule dan timur tengah (aneh ya, padahal kita orang Asia dan mayoritas Melayu, mengapa "memuja" wajah non-native?).
Penasaran, gw buka websitenya. Arrgh, merah jambu! Anyway, no comment on this. Color selection is highly subjective. Gw baca sekilas beberapa entry, looks like most of them were written by someone by the name -Admin SD-, apparently the one administering the blog.
Sayang sekali, tadinya gw pikir the blog is pure hers. It can be good to promote blogging. But then again, she's an actress, might not have time to do this. If I were her, I would buy a Blackberry so I can blog-by-email during shooting break.
Penasaran, gw buka websitenya. Arrgh, merah jambu! Anyway, no comment on this. Color selection is highly subjective. Gw baca sekilas beberapa entry, looks like most of them were written by someone by the name -Admin SD-, apparently the one administering the blog.
Sayang sekali, tadinya gw pikir the blog is pure hers. It can be good to promote blogging. But then again, she's an actress, might not have time to do this. If I were her, I would buy a Blackberry so I can blog-by-email during shooting break.
Saturday, June 07, 2008
Mac. Just works. Damn expensive.
A Mac is designed to let you spend more time doing what you love and less time trying to get it to work -- http://www.apple.com/mac.
Gw setuju dengan itu, tapi.. let me give you an illustration. Punya Mac itu seperti punya cewek yang cantik dan seksi. Bikin bangga, bikin tambah semangat, enak dilihat dan dipegang ;-) Tapi..
Gw setuju dengan itu, tapi.. let me give you an illustration. Punya Mac itu seperti punya cewek yang cantik dan seksi. Bikin bangga, bikin tambah semangat, enak dilihat dan dipegang ;-) Tapi..
- Takut direbut/dicolong orang
- Ga tega melihatnya "diperlakukan semena-mena"
- Butuh perawatan ekstra (kadang berlebihan)
- Aksesorisnya mahal
Thursday, June 05, 2008
Hati-hati cetak brosur di Rawamangun
Jika Anda hendak mencetak brosur, hati-hati dengan SUBUR JAYA (not that famous Subur) yang berlokasi di Rawamangun. Beberapa waktu lalu gw mencetak brosur untuk kepentingan komunitas. Awalnya mereka meminta Rp. 2.000/lembar, namun besoknya (mereka ga bisa buka .PDF sehingga gw datang lagi dengan .JPG) naik jadi Rp. 3.000/lembar, alasannya BBM naik. WTF? BBM baru naik hari itu dan harganya langsung naik? Karena waktunya mendesak, terpaksa gw ambil juga. Mereka mensyaratkan pencetakan minimal 1 rim.
Setelah brosurnya jadi, ada beberapa puluh lembar yang kualitasnya jelek. Mau gimana lagi, we never signed any SLA (Service Level Agreement)—like they have any.
Yang menarik, ketika gw datang terlalu awal untuk menjemput brosur, PIC-nya (Person In Charge) belum datang. Dari hasil ngobrol-ngobrol dengan seseorang disitu, ternyata sang PIC sedang mencetak brosur gw di Pramuka. Damn, lain kali gw harus cek ke situ.
Note: Kalau Anda berkepentingan dengan SUBUR JAYA dan keberatan dengan entry ini, let’s talk.
Setelah brosurnya jadi, ada beberapa puluh lembar yang kualitasnya jelek. Mau gimana lagi, we never signed any SLA (Service Level Agreement)—like they have any.
Yang menarik, ketika gw datang terlalu awal untuk menjemput brosur, PIC-nya (Person In Charge) belum datang. Dari hasil ngobrol-ngobrol dengan seseorang disitu, ternyata sang PIC sedang mencetak brosur gw di Pramuka. Damn, lain kali gw harus cek ke situ.
Note: Kalau Anda berkepentingan dengan SUBUR JAYA dan keberatan dengan entry ini, let’s talk.
Wednesday, June 04, 2008
Fitness
“Masa sih lo ga pernah fitness?” pertanyaan itu yang biasanya diucapkan orang ketika berdiskusi dengan gw soal kebugaran tubuh. Gw memang belum pernah fitness (orang-orang salah kaprah, seharusnya disebut “workout”), tapi kadang-kadang gw berenang (not good at it, ask my friend). Terakhir satu bulan yang lalu, setelah “absen” bertahun-tahun :-D
Gw beruntung dikaruniai tubuh yang “mudah diatur” when it goes to maintaining weight. Tapi itu ga berarti gw ga butuh olahraga lho. Karena itu, Kamis kemarin gw bergabung di sebuah tempat fitness di daerah Kemang.
Satu juta untuk 3 bulan. Lumayan mahal untuk ukuran gw, tapi tetap lebih murah ketimbang Fitness First atau Celebrity Fitness. Yang menarik, tempatnya diantara kantor dan kos gw, sehingga (idealnya) gw bisa mampir pagi dan malam. Jarak kantor-kos gw hanya 10 menit berjalan kaki :-)
Anyway, Senin malam kemarin adalah hari pertama gw workout. Tempatnya nyaman, peralatannya lengkap (alatnya banyak, gw berasumsi itu artinya lengkap, hehe) dan yang terpenting, ga crowded.
Since it’s my first day ever (I was completely blank), gw sangat butuh bantuan instruktur. Sayangnya instrukturnya agak ogah-ogahan. Untung ga lama kemudian temen kos gw datang sehingga bisa gw tanya-tanyain, hehe... Hari itu gw latihan otot dada dan lengan, sampai sekarang masih pegel :-(
Selesai latihan gw mandi sauna. Weks, PANAS!!! (gw memang kampungan) Selanjutnya gw mandi, lalu makan. Makan… ehm… nasi dua porsi, ikan+ayam+tahu goreng, telur mata sapi dan es the manis. Kenyang!
Gw beruntung dikaruniai tubuh yang “mudah diatur” when it goes to maintaining weight. Tapi itu ga berarti gw ga butuh olahraga lho. Karena itu, Kamis kemarin gw bergabung di sebuah tempat fitness di daerah Kemang.
Satu juta untuk 3 bulan. Lumayan mahal untuk ukuran gw, tapi tetap lebih murah ketimbang Fitness First atau Celebrity Fitness. Yang menarik, tempatnya diantara kantor dan kos gw, sehingga (idealnya) gw bisa mampir pagi dan malam. Jarak kantor-kos gw hanya 10 menit berjalan kaki :-)
Anyway, Senin malam kemarin adalah hari pertama gw workout. Tempatnya nyaman, peralatannya lengkap (alatnya banyak, gw berasumsi itu artinya lengkap, hehe) dan yang terpenting, ga crowded.
Since it’s my first day ever (I was completely blank), gw sangat butuh bantuan instruktur. Sayangnya instrukturnya agak ogah-ogahan. Untung ga lama kemudian temen kos gw datang sehingga bisa gw tanya-tanyain, hehe... Hari itu gw latihan otot dada dan lengan, sampai sekarang masih pegel :-(
Selesai latihan gw mandi sauna. Weks, PANAS!!! (gw memang kampungan) Selanjutnya gw mandi, lalu makan. Makan… ehm… nasi dua porsi, ikan+ayam+tahu goreng, telur mata sapi dan es the manis. Kenyang!
Tuesday, June 03, 2008
Bye-bye Matrix
Disclaimer: Entry ini ga bertujuan untuk mendiskreditkan produk/perusahaan tertentu. Sudah pengetahuan umum hal ini dialami oleh banyak orang. If you work for the mentioned product/company and disagree with my opinion, I would say, “Do something with the f*ck*ng issue first, then let’s have a talk.”
Beberapa bulan ini gw kecewa dengan quality of service Matrix dan “ketimpangan ekonomi” yang dialaminya.
Pengguna pra-bayar sering dimanjakan dengan berbagai macam diskon dan bonus, sedangkan pasca-bayar tarifnya segitu-segitu aja (mahal). Insentif tarif pada pra-bayar membuat penggunaan meningkat sehingga sering terjadi network traffic overload. Pasca-bayar tentu ikut kena getahnya.
Privilege apa yang gw terima sebagai pengguna pasca-bayar? Kualitas yang lebih baik? Dude, we’re in the same network, you go down, so do I! Prioritas dalam pelayanan? Hell no, untuk setting GPRS aja gw lebih cepat googling ketimbang menghubungi 111 atau 222. Damn it, I’ve been loyal for 5 years straight and what do I get? Total disappointment.
The only thing that kept me from abandoning Matrix is I was under contract with Indosat, yang membuat gw dapat “jatah pulsa” yang jumlahnya lumayan.
Bulan ini kontrak gw sebagai konsultan freelance sudah selesai. Bye bye Matrix, I’m leaving you for good. Gw masih pakai Matrix untuk tujuan dihubungi (dan membalas sms), tapi sekarang gw mulai mencari nomor lain.
Beberapa bulan ini gw kecewa dengan quality of service Matrix dan “ketimpangan ekonomi” yang dialaminya.
Pengguna pra-bayar sering dimanjakan dengan berbagai macam diskon dan bonus, sedangkan pasca-bayar tarifnya segitu-segitu aja (mahal). Insentif tarif pada pra-bayar membuat penggunaan meningkat sehingga sering terjadi network traffic overload. Pasca-bayar tentu ikut kena getahnya.
Privilege apa yang gw terima sebagai pengguna pasca-bayar? Kualitas yang lebih baik? Dude, we’re in the same network, you go down, so do I! Prioritas dalam pelayanan? Hell no, untuk setting GPRS aja gw lebih cepat googling ketimbang menghubungi 111 atau 222. Damn it, I’ve been loyal for 5 years straight and what do I get? Total disappointment.
The only thing that kept me from abandoning Matrix is I was under contract with Indosat, yang membuat gw dapat “jatah pulsa” yang jumlahnya lumayan.
Bulan ini kontrak gw sebagai konsultan freelance sudah selesai. Bye bye Matrix, I’m leaving you for good. Gw masih pakai Matrix untuk tujuan dihubungi (dan membalas sms), tapi sekarang gw mulai mencari nomor lain.
Monday, June 02, 2008
Tentang Berterima Kasih
Teman gw pernah bertanya, kenapa ucapan terima kasih (kepada sponsor) dalam setiap announcement gw cenderung melebih-lebihkan. Gw suruh dia baca ulang pelan-pelan, akhirnya dia mengakui bahwa “secara literal ga ada yang salah”, namun dia tetap menganggap gw seperti mempromosikan mereka (pihak yang gw beri ucapan terima kasih).
Gw jelaskan bahwa gw ga ada hubungan dengan mereka (not paid by, not associated with), semua itu murni “wujud terima kasih”. Apa yang salah dengan memberi kredit yang baik?
Acknowledgement adalah harta yang ga akan habis. Just because you “give” someone n amount of credits, doesn’t mean you will “loose” that n amount of credits. Sebaliknya, dengan memberikan acknowledgement yang baik, kita menunjukkan kesungguhan kita dalam menghargai kontribusinya.
“Ya, tapi dia untung dong dapat promosi gratis,” kata teman gw. Gw bilang, “What’s wrong with doing a favor for people? Selama dia layak mendapatkannya, dia layak mendapatkannya.”
Tentu aja, kurang bijaksana juga kalau terlalu “menghamburkan” ucapan terima kasih. Anda tetap ingin setiap ucapan Anda bernilai kan?
Gw jelaskan bahwa gw ga ada hubungan dengan mereka (not paid by, not associated with), semua itu murni “wujud terima kasih”. Apa yang salah dengan memberi kredit yang baik?
Acknowledgement adalah harta yang ga akan habis. Just because you “give” someone n amount of credits, doesn’t mean you will “loose” that n amount of credits. Sebaliknya, dengan memberikan acknowledgement yang baik, kita menunjukkan kesungguhan kita dalam menghargai kontribusinya.
“Ya, tapi dia untung dong dapat promosi gratis,” kata teman gw. Gw bilang, “What’s wrong with doing a favor for people? Selama dia layak mendapatkannya, dia layak mendapatkannya.”
Tentu aja, kurang bijaksana juga kalau terlalu “menghamburkan” ucapan terima kasih. Anda tetap ingin setiap ucapan Anda bernilai kan?
Subscribe to:
Posts (Atom)